22 April 2013 | 13:38 wib | Gaya

Fashion On The Street Batik & Tenun

image

 

KAIN tradisional Indonesia tak ada habisnya untuk dieksplorasi. Dan dalam suasana apapun, fashion show busana batik dan tenun, akan selalu enak untuk dinikmati. Termasuk  ''Fashion On The Street Batik & Tenun  Jateng yang digelar hasil kerjasama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dan Dekranasda Jawa Tengah bertempat di Gedung Despra, Jl Pahlawan Semarang, Minggu 14 April 2013. Fashion show tersebut dilaksanakan pada pagi hari, dan catwalk berada di luar ruangan. Jika biasanya acara fashion show memiliki audiens khusus dan eksklusif, acara kali ini beraudiensnya lebih luas, yaitu masyarakat yang datang di acara car free day di jalan Pahlawan.

Pergelaran busana ini menampilkan 10 desainer, di antaranya perancang anggota APPMI dan para pemenang lomba rancang busana tenun dan batik yang diselenggarakan Dinperindag dan Dekranasda.

Tampil membuka pergelaran busana, desainer pemenang lomba tenun dan Batik, Rudi Joeliant. Ia menampilkan tema ''Harmonisasi Tenun'', berupa busan berdesain sederhana,  namun memiliki garis potongan yang tegas.  Ia memakai kain tenun bertekstur dan bersifat kasar, tebal dan tipis, serta  mengeksplotasi bahan alam seperti serat kayu. yang ditenun kasar, dan sutra sifon. Pemenang lomba desain busana batik dan tenun lainnya, adalah Eka Wahyu Wibowo, menampilkan busana J-Pop (Jlamprangnya Orang Pekalongan). Eka menampilkan akulturasi budaya Jawa dan Korea, dengan memadukan batik motif Pekalongan yaitu Jlamparangan, tenun Kemanggal, tenun Viscos dan kulit. Desainer pemenang lomba lain yang menampilkan karya busananya yaitu Sri Badriyah, Yuli Haryanto dan Diah Susilowati.

Sementara itu desainer anggota APPMI yang turut memeriahkan fashion on the street, yaitu Soese Asmadhi menampilkan rancangan kebaya ready to wear bertajuk ''Peplum''. Soese terinspirasi indahnya kelopak bunga.  Elkana Gunawan menampilkan parade busana ''Lenggang Jakarta'' yang bisa dikenakan untuk acara formal maupun non formal terbuat dari Batik Betawi dan tenun troso.  Ina Priyono menghadirkan  ''Fascinating Batik''. Ia mengangkat batik Semarang-an, berupa busana  two pieces, coat dan gaun panjang.

Desainer Agustienna Siswanto menampilkan busana siap pakai yang terbuat dari Batik Madura bermotif Batik Solo. Busana berwarna-warna cerah ini diperuntukkan bagi anak muda. Sedang Dana Raharja mencoba menampilkan busana batik dengan desain yang unik, diperuntukkan bagi perempuan masa kini.


Foto : Pitra Kurniawan

 

(Unik A Mumpuni)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com