12 Januari 2015 | 17:03 wib | Sehat

Kenali Virus Rubella, Hindari Bahayanya

image

 

Rubella adalah infeksi virus akut yang menyebabkan gangguan kesehatan ringan pada anak-anak, namun cenderung lebih berat pada orang dewasa.

CUACA ekstrem saat ini memudahkan tubuh disusupi berbagai penyakit. Bisa jadi virus jerman juga siap mengintai kesehatan Anda. Seperti dialami Rizal, sebut saja begitu, tubuhnya yang biasa tegap dan gagah tiba-tiba terkulai lemas tak berdaya terserang virus jerman. Kulitnya mengalami ruam hampir di sekujur tubuh.
Lalu, apa sebenarnya virus jerman itu? Dihubungi di sela kesibukan praktik,  dr Nur Anna C Sadyah SpPD FINASIM menuturkan virus jerman atau disebut juga rubella atau campak 3 hari merupakan infeksi yang menyerang, terutama pada kulit dan kelenjar getah bening. Pemakaian kata "jerman" dalam penyakit itu ternyata tidak berhubungan dengan negara itu. Akibat konotasi salah itu, penyakit tersebut dikenal orang awam sebagai penyakit orang Eropa. Padahal, penyakit itu ada di mana-mana, termasuk Indonesia.

* Mirip Campak
Dokter yang akrab disapa Anna itu memaparkan, penyebab rubella atau campak jerman adalah virus rubella. Meski virus penyebabnya berbeda, rubella dan campak (rubeola) mempunyai beberapa persamaan. Rubella dan campak merupakan infeksi yang menyebabkan kemerahan pada kulit penderita.
Perbedaannya, rubella atau campak jerman tidak terlalu menular dibandingkan campak yang cepat sekali menular. Penularan rubella dari penderita ke orang lain terjadi melalui percikan ludah ketika batuk, bersin, atau udara yang terkontaminasi.
Pada rubella penularan penyakit tidak serta-merta menimbulkan dampak. Namun masa inkubasi virus itu bisa terjadi pada seminggu-dua minggu setelah tertular virus.
''Seperti virus umumnya, rubella menyerang orang yang kondisi tubuhnya lemah. Terutama pada saat cuaca seperti sekarang ini,'' kata Anna.

* Getah Bening Membengkak
Lebih lanjut dokter spesialis penyakit dalam RSI Sultan Agung itu menjelaskan tanda-tanda dan awal gejala infeksi rubella sering kali diabaikan karena mirip flu demam biasa. Dimulai demam ringan selama satu atau dua hari (37.2-37.8 derajat Celcius). Yang membedakan dan perlu diperhatikan, pada rubella kelenjar getah bening membengkak dan perih, biasanya di bagian belakang leher atau di belakang telinga, serta ada rasa sakit dan bengkak pada persendian.
Pada hari kedua atau ketiga, bintik-bintik (ruam) muncul di wajah dari batas muka dan rambut menjalar ke bagian tubuh dan kaki. Terlihat sebagai titik merah atau merah muda, yang dapat berbaur menyatu sehingga terbentuk tambalan berwarna merata. Bintik itu dapat terasa gatal dan terjadi hingga tiga hari.

* Diagnosis Rubella
Ruam rubella bisa mirip ruam penyakit akibat virus lain. Jadi selain dengan mempelajari riwayat medis dan pemeriksaan fisik lengkap, penegakan diagnosis rubella akan ditunjang kultur yang diambil dari tenggorokan dan tes darah. ''Hal itu dapat mendeteksi keberadaan berbagai jenis antibodi rubella dalam darah. Antibodi itu akan menunjukkan apakah seseorang sedang atau pernah mengalami rubella atau pernah divaksinasi rubella,'' kata alumnus Fakultas Kedokteran UGM itu.

* Ada yang Tanpa Gejala
Gejala lain dari rubella, yang sering ditemui pada remaja dan orang dewasa, termasuk sakit kepala, kurang nafsu makan, <I>conjunctivitis<P><I><P> ringan (pembengkakan pada kelopak mata dan bola mata), hidung sesak dan basah, kelenjar getah bening membengkak di bagian lain tubuh. ''Namun banyak pula orang terkena rubella tanpa menunjukkan gejala apa-apa,'' kata Anna.

* Berbahaya bagi Ibu Hamil
Campak jerman sebetulnya bisa menjadi campak yang tidak terlalu berbahaya jika menyerang anak-anak, karena rata-rata anak memiliki gejala ringan dan mudah disembuhkan. Namun virus menjadi sangat berbahaya jika menyerang orang dewasa, terutama ibu hamil.
Bagi ibu hamil, kata dokter Anna, campak jerman sangat berbahaya, terutama pada tiga bulan pertama kehamilan. Virus rubella dapat menembus plasenta dan menyerang janin yang tumbuh, sehingga dapat menyebabkan janin yang dikandung cacat.
Anak yang terkena rubella sebelum dilahirkan berisiko tinggi mengalami keterlambatan pertumbuhan, keterlambatan mental, kesalahan bentuk jantung dan mata, tuli, dan problematika hati, limpa dan sumsum tulang.
Karena itulah, dia menyarankan wanita yang mengandung rutin memeriksakan diri untuk mengantisipasi virus tersebut. Atau lebih baik lagi mendapatkan imunisasi measles-mumps-rubella (MMR).
''Untuk memberantas rubella, saya sarankan wanita yang belum menikah atau berkeinginan hamil menjalani pemeriksaan atau tes darah. Jika wanita itu tergolong rentan rubella, sebaiknya divaksinasi,'' tegas dia.

* Waspadai Komplikasi
Rubella sejatinya infeksi ringan. Sekali seseorang terkena rubella, dia kebal seumur hidup. Sebagian orang yang terkena rubella mengalami artritis pada jari-jari, pergelangan tangan dan lutut, yang umumnya berlangsung selama sebulan. Dalam kasus yang cukup jarang terjadi, rubella dapat menyebabkan infeksi telinga (otitis media) atau radang otak (ensefalitis).
Komplikasi yang sering terjadi pada rubella adalah infeksi pada saluran pernapasan. Infeksi itu bila sampai parah bisa mengakibatkan penderita mengalami gagal napas dan berakhir dengan kematian.

(pitra)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com