07 November 2014 | 12:47 wib | Kisah

Balada Dua Balita di Terminal Tegal

image

 

Dua bocah berusia 1,5 tahun dan 2,5 tahun itu ditinggalkan begitu saja oleh seorang perempuan di Terminal Kota Tegal. Mereka hanya dibekali sekardus pakaian.

 

Kini dua balita itu berada di kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tegal. Mereka berada di lembaga itu sejak ditinggalkan di terminal Selasa (28/10). Bocah itu diketahui bernama Iman dan Azi., Siang itu Kamis sepekan lalu, saat Cempaka menengok mereka, Iman duduk tenang dalam pangkuan seorang staf Dinsos Kota Tegal, sedangkan Azi tertidur pulas.

Mereka diserahkan ke instansi pemerintah itu sejak ditemukan Kepolisian Sektor Sumur Panggang Kota Tegal. Dari keterangan Kepala Dinsosnakertrans Drs Joko Sukur melalui Sub bidang sosial Lucky, mengatakan saat dibawa polisi salah satu anak demam. Badannya panas. Keadaan mereka memancing iba. Mereka seperti mencari-cari seseorang. Namun tatapan mata mereka tak menemukan sosok yang dicari.

Petugas agak kesulitan, karena dua bocah itu belum bisa diajak berkomunikasi. Mereka belum bisa menceritakan asal-usulnya. Kalau pun petugas mengetahui namanya, hanya sepenggal itu saja, Iman dan Azi. Wajar saja, usia mereka masih 1,5 dan usia 2,5 tahun. Kemampuan bicara mereka belum sempurna. Itu berbeda dari  kasus sebelumnya ketika ada seorang anak yang ditinggal orang tuanya di terminal dan diserahkan di kantor Dinsos. Namun karena anak tersebut dapat diajak komunikasi akhirnya dapat dikembalikan ke orang tuanya. ‘’Untuk dua anak hilang ini kami belum bisa melacak keberadaan orang tuanya karena terkendala komunikasi, salah satu dari anak ini hanya menyebutkan nama ibunya dengan sebutan Teh Aisah, sedangkan  ayahnya menjadi TKI dan  ibunya penjual balon di Jakarta,’’ tutur Lucky

Lucki mengaku hati-hati menangani dua bocah itu agar tidak trauma. ‘’Kami tidak langsung membawa dua anak ini ke panti asuhan yang pasti keduanya mengalami trauma, seperti keterangan pihak kepolisian sebelum di bawa ke kantor Dinsos. keduanya dibawa berkeliling kota agar tidak takut baru diserahkan ke kantor Dinsos. Dari pengalaman itu nanti kami cek dulu kondisi kesehatan dua bocah ini, baru kita kirim ke panti asuhan terdekat untuk mendapat perawatan yang layak,’’ tutur Lucky

Kondisi Azi memang memprihatinkan. Tubuhnya lunglai dan demam. Ia seperti kelelahan. Bahkan ada kemungkinan dia mengalami kekerasan fisik karena telinganya kemerahan. Pada lengannya  juga ada bekas cubitan. Sedangkan  Iman,  kakaknya sangat tenang. Dia sesekali menikmati makanan ringan yang dibelikan polisi.

Sebenarnya Iman bisa diajak berkomunikasi, walaupun sangat terbatas. ‘’Iman pengin pulang, tapi takut dimarahi Mama, nanti dipukul kaya Azi, Iman dari Plered jalan-jalan pakai bus. Tapi ditinggal Mama disini,’’ katanya saat ditanya wartawan. Ketika ditanya cita-citanya,  Iman menjawab, ‘’Saya pengin jadi polisi biar gagah!’’.

 

KK Palsu

Kisah dua anak tersebut mengundang simpati ibu-ibu di kantor Dinsos. Mereka geram dengan perilaku ibu Iman dan Azi yang tega meninggalkan mereka di terminal.

Sementara dari keterangan yang diperoleh dari Polsek Sumur Panggang  menyebutkan dua bocah malang itu ditemukan dalam keadaan memprihatinkan. ‘’ Dua bocah malang ini ditemukan dalam kondisi kumal , rambut acak-acakan , dan kebingungan sehingga langsung kami amankan, untuk kesehatan, rambutnya kami cukur gundul,’’ ujar Kompol Usup Sumanang, SH MM,  Kapolsek Sumur Panggang.

Dari keterangan saksi mata yang melihat di lapangan Usup menyatakan anak tersebut sengaja ditinggal ibunya. Ada dugaan dua anak ini datang dari Jakarta. Selain dua bocah itu, polisi juga mengamankan satu kardus berisi pakaian anak. ‘’Kami tidak menemukan keterangan tentang anak-anak ini, namun ketika salah satu dari mereka diajak bicara mereka menyebut asal mereka dari kota Plered Cirebon,mereka menyebut ibu mereka dengan sebutan < Teteh > Nur Aisah , keterangan itu saja yang didapat karena kedua anak tersebut sulit diajak komunikasi karena terbatas usia,’’ ungkap Kompol Usup Sumanang.

Saat diteukan bocah berkulit kuning langsat dan berambut lurus itu mengenakan baju anak pendek bergambar mobil ‘ Mathew ’ . Logat bicaranya,Jakarta . Di dalam kardus itu juga ditemukan selembar Kartu Keluarga. Namun tidak jelas dan tidak menyebut nama kedua anak tersebut, sehingga polisi menduga KK yang disertakan adalah palsu. ‘’Kami juga mendapat informasi dari anak ini kalau bapaknya bekerja sebagai TKI di Arab sedang ibunya yang disebut Teteh ini bekerja sebagai penjual balon di Monas Jakarta, Sedangkan KK yang kami temukan palsu, sebagai langkah lebih lanjut dan untuk perawatan anak tersebut sudah kami serahkan ke Dinas Sosial agar mendapat perawatan yang lebih baik meski banyak ibu - ibu di sini yang pengin mengadopsi anak tersebut,’’ Kata Kompol Usup Sumanang.

(Akbar Budi)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com