08 Desember 2014 | 11:11 wib | Kisah

Pelabuhan Terakhir Kakek Pujo dan Nenek Kinem

image


Kendati di ambang senja, Kakek Pujo dan Nenek Kinem berikrar sehidup semati. Cinta kilat yang berakhir di mahligai perkawinan.

ASAM di gunung garam di laut bertemu dalam belanga. Itulah pepatah yang senantiasa terucap soal kisah cinta. Selain rezeki dan kematian, jodoh adalah suratan ilahi. Jika sudah ditakdirkan jadi sebagai pasangan hidup, terhalang luas samudra dan tinggi Gunung Himalaya pun suatu saat bakal bertemu juga.   
Itulah kisah kasih dua insan lanjut usia, Tarso Pujo dan Sakinem. Semula, jangankan orang lain, kedua mempelai baru itu pun tak menduga dipertemukan setelah sama-sama di ambang senja. Laki-laki yang akrab disapa Kakek Pujo itu, Kamis akhir bulan lalu, menjalani ijab kabul pada usia 73 tahun. Adapun Nenek Kinem 71 tahun.
Mereka berasal dari Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Namun itu bertempat tinggal di desa berbeda. Kakek Pujo di Desa Karanglo, Nenek Kinem di Desa Bandardawung. ''Jarak kedua desa sekitar 37 km, berbatas tebing dan perbukitan di lereng barat Gunung Lawu,'' ujar Kakek Pujo kepada Cempaka di sela-sela syukuran pernikahan yang sangat meriah dan diliput berbagai media nasional dan lokal.
Bukan hanya usia telah di ambang senja, "Romeo-Juliet" itu juga tak lagi perjaka dan perawan. Kakek Pujo duda beranak dua dan empat cucu, Nenek Kinem janda tanpa anak. Keduanya sama-sama ditinggal pasangan hidup masing-masing, yang meninggal dunia. ''Syukur alhamdulillah, kendati usia di ambang senja saya berhasil menggaet janda kembang,'' seloroh sang kakek yang humoris itu.
Di hadapan belasan wartawan yang mengabadikan momentum bersejarah itu, mereka tampak berbinar-binar. Keduanya tak sungkan menampakkan kemesraan dan mengumbar senyum kebahagiaan. Kendati tubuh telah rada membungkuk, Kakek Pujo yang berperawakan tinggi tampak gagah berbalut jas hitam dan peci hitam. Pengantin perempuan, kendati rias wajah agak belepotan, tetap tampak anggun dengan kebaya hitam berpadu kain batik cokelat tua.

Kisah Kilat
Mereka belum lama benar saling kenal. Beberapa tetangga yang mengantarkan ke pesta perkawinan menuturkan, kisah cinta dua cucu Adam dan Hawa yang sama-sama ingin segera menikah itu belum genap seumur jagung. ''Keinginan menikah lagi membersit di benak saya bertahun-tahun. Karena belum menemukan calon yang cocok, terpaksa saya simpan rapat-rapat dalam hati,'' kata Kakek Pujo seraya tersenyum lepas. Tak ayal, rongga mulut yang tak lagi menyisakan satu gigi pun jelas terlihat.
Dia menuturkan sekitar seminggu sebelum menikah kali kedua bertemu perempuan sebaya yang meluluhkan hatinya di Pasar Tawangmangu. Kakek Pujo mengetahui nama, alamat, dan status perempuan itu dari kerabat yang berdagang di Pasar Tawangmangu.
Tahu perempuan yang dia taksir berstatus janda, niat menikah lagi kakek yang telah belasan tahun menduda itu tak dapat ditunda. Namun dia merasa harus menempuh jalan yang baik untuk mewujudkan niat baik itu. ''Kendati sama-sama lanjut usia, kami tak mau kumpul kebo, hidup serumah tanpa menikah,'' tutur Kakek Pujo, diiyakan Nenek Kinem.
Orang bijak berkata, di mana ada kemauan pasti menemukan jalan. ''Dua hari setelah melamar dia, saya diberi tahu akan ada pernikahan massal di Kabupaten Karanganyar. Jadi kami ikut pernikahan gratis ini,'' ujar Kakek Pujo seraya memeluk Nenek Kinem.
Pesta pernikahan digelar sangat meriah di pendapa rumah dinas Bupati, disaksikan dan direstui Muspida dan pejabat teras Kabupaten Karanganyar. Bupati Drs H Juliyatmono MM menyumbang lagu "Lungiting Asmara", Kapolres AKBP Martireni Narmadiana mengalunkan "Janji Suci", dan Sekda Drs H Samsi MSi menembangkan langgam "Aja Lamis".
Bupati mengemukakan kepada Cempaka, acara dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Ke-97 Kabupaten Karanganyar itu diikuti 36 pasang pengantin. Kegiatan itu untuk memotivasi sekaligus sosialisasi agar masyarakat hidup berumah tangga secara prosedural dan sah. Baik menurut syariat agama maupun hukum perkawinan.

(kustawa esye)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com