13 Februari 2017 | 14:03 wib | Kisah

Petaka ''Tembak-tembakan'' si Bocah Kembar

image


Bocah 5 tahun asal Brebes, tertembak saat sedang bermain senapan dengan adik kembarnya, Mohammad Igi Irdiyansyah. Paman korban jadi tersangka.

Pasangan suami istri itu, Wahudin (40) dan Caswaetin (36), tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Salah satu putra kembar mereka, Mohamad Ega Ardiyansyah (5), tewas akibat bermain senapan angin milik pamannya. Bocah yang tinggal bersama orang tuanya di RT 1, RW 2, Desa Kubangputat, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, tidak sengaja tertembak senapan angin yang semula dianggap tanpa peluru.

Peristiwa itu bermula saat paman korban DN (23) datang ke rumah korban. Ia mampir ke rumah kakaknya sambil menunggu kawannya untuk berburu burung. Melihat pamannya datang dengan senapan angin, Ega gembira. Mereka pun bermain dengan senapan angin tersebut. Layaknya seorang koboi, korban bersama pamannya mengenakan senapan tersebut untuk bermain. Nahas, senapan yang sebelumnya dikira kosong, ternyata masih terisi peluru. Saat pelatuk tertarik itulah, diduga peluru menembus dada korban. DN sangat terkejut melihat keponakannya tersungkur. Ia lantas membawa Ega ke Puskesmas Kersana.

Namun, akibat luka korban yang cukup parah, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes. Tetapi korban yang masih duduk di taman kanak-kanak (TK) tersebut, tidak tertolong. Ia meninggal dalam perjalanan menuju RSUD Brebes.

Sekertaris Desa (Sekdes) Kubangputat, Mashuri (42) membenarkan kejadian itu. Meski begitu, keluarga telah mengikhlaskan kejadian yang menimpa salah seorang anggota keluarganya. ''Pelakunya paman sendiri, tapi keluarga sudah mengikhlaskan dan memaafkan, serta tidak membawa kejadian ini ke ranah hukum,'' terangnya.

Keluarga mengaku ikhlas menerima kepergian Ega. Sebab, peristiwa itu terjadi tanpa disengaja. Sang Paman, kata Wahudin, dalam kesehariannya juga sangat akrab dengan korban. ''Adik saya sayang sekali dengan anak kembar saya. Setiap hari, mereka bermain. Ikhlas saja, mungkin ini sudah suratan dari Allah,'' ucapnya.

Kendati keluarga mengikhlaskan, pihak kepolisian tetap mengusut kasus ini.

 

Jadi Tersangka

Kapolsek Tanjung AKP M Yusup membenarkan bahwa pihaknya mendapatkan laporan terkait tewasnya seorang balita yang tertembak senapan angin. Saat ini, pihaknya sudah mengamankan pelaku dan barang bukti sepucuk senapan angin. ''Meski demikian, pelaku tetap kita amankan dan dilakukan penyeledidikan untuk mengetahui kejadian sebenarnya,'' terang dia.

Polres Brebes akhirnya menetapkan DN sebagai tersangka atas kasus meninggalnya bocah akibat tertembak senapan angin. Paman korban ini dikenakan pasal 359 KUHP akibat kelalaiannya mengakibatkan meninggalnya seseorang. ''Tersangka ini sudah kami amankan di Polres untuk proses penyidikan lebih lanjut,'' ujar Waka Polres Brebes Kompol Mashudi kepada wartawan.

Sementara Penasehat Hukum Tersangka Akhmad Torikhin SH menyatakan, dari penetapan tersangka tersebut pihaknya akan semaksimal mungkin melakukan pembelaan hukum kepada kliennya itu. ''Atas penetapan tersangka ini, kami akan tetap berupaya mengawal kasus ini. Sebab, yang perlu dicatat adalah ini tidak ada unsur kesengajaan untuk membunuh, apalagi berencana,'' jelasnya.

 

Depresi

Menurut dia, saat ini tersangka depresi berat karena kehilangan keponakan kesayangannya. Padahal, saat itu, ia menghibur korban bermain tembak-tembakan dengan senapan milik teman tersangka. ''Keterangan klien kami, senapan angin ini dipinjam dari temannya. Senapan itu sebelumnya sudah dicek klien saya dengan ditembakan sekali dan kosong tidak mengeluarkan peluru. Klien saya juga mengaku tidak pernah memompa senapan, apalagi mengisinya dengan peluru,'' terangnya.

Sementara itu, ayah korban, Wahudin bercerita saat kejadian, ia akan berangkat salat Isya di musala terdekat. Senapan tersebut akan digunakan pamannya untuk berburu. Menurutnya, kedua bocah kembar itu bermain senapan tanpa diketahui keluarganya baik paman dan kedua orangtuanya.  Mereka mengetahuinya saat terdengar letusan senapan. Korban pun terkapar dan menghempuskan napas terakhir saat dibawa ke Puskesmas Tanjung. ''Karena senapan itu punya pamannya, jadi sekarang pamannya ditahan polisi. Sang paman sayang banget sama anak saya sering bermain dengan si kembar,'' jelasnya.  Pihak keluarga mengaku sudah mengikhlaskan kepergian korban. Mereka menilai kejadian tersebut merupakan kecelakaan.

 

 

 

 

 

 

(eko)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com