04 April 2013 | 13:55 wib | Serambi Prie GS

Pembengkok Jalan

image

 

ANDA pasti sering berbelok dari tujuan semula oleh sebuah alasan, dan karena terpaksa sering berubah tujuan. Tapi tujuan yang terpaksa itulah yang akhirnya menjadi sesungguhnya tujuan. Tujuan hidup versi keinginan itu ternyata berbeda dari tujuan versi kebutuhan. Ada tujuan versi kebutuhan yang tidak Anda tuju cuma karena tidak Anda sukai, untuk itulah kenapa jalan Anda sering secara paksa dibengkokkan.

Saya pernah bertujuan menjadi penyanyi. Punya album rekaman, masuk TV, terkenal dan kaya raya. Tentu saya tak menolak jadi tekenal dan kaya raya. Tapi meraihnya lewat jalur penyanyi sungguh bikin geli, karena betapa jauh kemampuan saya sebagai penyanyi. Saya hanya modal mau bukan mampu. Tetapi itulah kelemahan orang punya mau biasanya lupa kalau ia tak mampu.

Dengan cara apa alam membelokkan tujuan saya? Dengan cara sial senantiasa. Mengamen diusir, lomba kalah, mengarang lagu jelek hasilnya. Pada awalnya saya sama sekali tak menggubris isyarat ini. Saya berpikir ini adalah ujian bagi pihak yang ingin maju. Tapi setelah kemalangan sebagai penyanyi itu makin merajalela, ia terpaksa menyadarkan saya. Jadi sadar itu pada awalnya bisa sangat terpaksa. Tak bisa saya bayangkan kalau saya memaksakan diri padahal alam telah sedemikian rupa membelokkan. Saya pasti akan menjadi serupa dagelan.

Karena saya melihat, betapa banyak di sekitar kita, orang-orang yang amat enggan berbelok haluan walau alam sudah memaksa. Saya memiliki teman yang ingin menjadi pemusik sampai mati walau kemampuan musiknya rendah sekali. Suaranya pun fals. Tapi siapa peduli karena dia pun tak peduli pada dirinya sendiri. Itulah kenapa banyak suara pas-pasan tetapi ada saja yang ngotot menjadi penyanyi.

Setiap kita sesunguhnya punya panggilan. Tapi ada yang tidak mendengar, kurang mendengar atau malah sengaja tidak mendengar. Perubahan hidup memang hanya menghampiri orang-orang yang mau mendengar. Maka menambah daya dengar adalah sebuah kewajiban hidup yang amat penting. Caranya terserah saja tapi intinya harus berujung pada kemampuan mendengar secara lebih tinggi. Lihatlah reaksi kita kepada pihak yang mau mendengar omongan kita, biasanya kita mudah menyukainya.

 

(Prie GS)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com