11 Maret 2016 | 10:37 wib | Prospek

Bisnis Asik Boneka Rajut

image

 

Dengan belajar otodidak, kini dalam sebulan Ketty menerima ratusan pesanan.

 

Katarina Bena atau Ketty sudah mengenal dunia rajut atau crochet semenjak kecil ketika ia duduk di bangku Sekolah Dasar. Ia sering melihat sang eyang berkreasi benang rajut membuat beragam pernak-pernik rumah seperti taplak meja, syal, ataupun selimut. Namun wanita kelahiran 19 September 1993 ini hanya bisa mengamati dari dekat, belum bisa menjajal satu pun kreasi seperti yang sudah dihasilkan oleh sang eyang.

"Waktu SD itu saya sering diajarin eyang, tapi saya belum bisa," papar Ketty sembari tertawa lebar ketika ditemui Cempaka di Tekodeko Semarang.

Meski belum bisa merangkai benang rajut, namun dunia crochet sudah sangat melekat di kepalanya. Sehingga ketika duduk di bangku SMA, Ketty kembali mencoba berguru kepada salah seorang temannya yang sudah lihai membuat berbagai pernak-pernik rajut. "Tapi waktu SMA itu pun saya masih gagal, belum bisa menemukan kenyamanan dan rumus-rumus simpul benang yang benar," ujarnya.

Waktu berjalan hingga di bangku perkuliahan Ketty kembali bersinggungan dengan dunia crochet. Waktu itu ia melihat salah seorang temannya membuat sebuah syal cantik untuk kado ulang tahun. "Waktu itu saya berpikir, alangkah enaknya bila bisa bikin sendiri kado untuk orang-orang terdekat kita."

Semenjak itulah, Ketty pun bertekad penuh untuk bisa lihai dalam memainkan jarum rajut atau hakpen dengan benang-benang rajut warna-warni.

 

Otodidak

Mengingat bahwa dengan belajar bersama orang tak lain tak pernah berhasil, Ketty pun mencoba cara lain. Kali ini dengan cara belajar otodidak. Setiap hari ia tekun menghadap layar komputer dan memasuki dunia maya, belajar langkah-langkah membuat rajutan di media sosial Youtube.

"Ketika membuka-buka Youtube itulah saya menemukan amigurumi, yaitu teknik membuat boneka rajut. Dan saya langsung tertarik."

Ketika libur semester tiba, Ketty pun secara maksimal meluangkan waktunya mencatat rumus dan pola boneka kemudian mempraktekannya langsung di rumah. Untuk bisa merajut pola sederhana ia langsung bisa saat itu juga, namun untuk akhirnya mengerti pola dan rumus simpul dari beragam bentuk boneka, Ketty mengaku membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk menulis di buku catatan kecilnya dan kemudian menghapalkannya satu per satu.

 

Banyak Pesanan.

Di tahun 2012 Ketty mulai belajar amigurumi, dan di penghujung tahun itu pulalah ia mulai memasarkan hasil kreasinya satu per satu. "Awalnya saya buat untuk saya sendiri. Dari gantungan kunci, hiasan meja, hingga gantungan tas kuliah. Ketika saya bawa ke kampus itulah, teman-teman yang melihat banyak yang tertarik dan kemudian memesan."

Karena pemesanan semakin banyak, Ketty pun langsung melihat peluang bisnis yang terhampar menggoda di depan mata. Akhirnya ia pun menamai produknya dengan brand Benabena Handmade, membuat logo, dan kemudian memasang produk-produknya di pasar meriah toko online.

Hingga kini Ketty tetap berkreasi membuat beragam produk boneka rajut. Mulai dari hiasan meja berbentuk monyet dan kodok, gantungan kunci berbentuk  beruang dan jerapah, bandul kalung berbentuk gajah, hingga boneka besar mainan anak-anak berbentuk tokoh kartun Eeyore. Harga dari produknya ini beragam, mulai dari gantungan kunci kecil yang hanya dijual dalam harga 25 ribuan hingga boneka berisi dakron besar seharga 200 ribuan.

Di waktu senggangnya sepulang dari kantor, Ketty selalu meraih hakpen dan benang-benang pastelnya dan melayani pesanan pelanggan yang datang membanjir setiap minggunya. Di akun Instagramnya @benabenahandmade, ia bahkan sampai beberapa kali harus memasang tulisan "Sorry we're full order this month" atau tak lagi menerima pesanan karena pesanan yang datang sudah membanjir dan melebihi kapasitas Ketty untuk berkreasi. "Di tengah bulan saya sering kebanjiran order. Karena ini handmade atau kreasi tangan, dan yang bisa membuat hanya saya dan tak ada yang membantu, masa saya memiliki maksimal pemesanan setiap bulannya."

Menurut pengakuan Ketty, boneka rajut kecil seperti gantungan kunci bisa ia selesaikan dalam waktu satu hingga dua jam per satuannya. "Jadi dalam sehari saya bisa membuat 5 hingga 10 boneka rajut. Tapi kalau boneka besar untuk mainan anak, biasanya saya membutuhkan waktu sekitar dua harian."

Hingga saat ini pelanggan Benabena berasal dari wilayah yang beragam, mulai dari Semarang sekitarnya hingga keluar Pulau Jawa. "Karena saya memasarkannya di jalur online, maka pelanggan bisa sangat beragam. Ada yang dari Kalimantan juga Sumatra."

 

Beberapa pelanggan juga memesan boneka rajut Ketty untuk digunakan sebagai souvenir acara. "Pernah saya mengerjakan puluhan souvenir untuk acara ulang tahun. Kebanyakan souvenir adalah boneka yang berupa hiasan meja atau gantungan kunci," begitu pungkas Ketty 

(intan esty)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com