29 April 2016 | 13:02 wib | Prospek

Rejeki Mengalir dari Sajian Roti Sehat

image

 

Kesadaran masyarakat akan kesehatan menjadi peluang usaha bagi Nanan membuat roti dan hidangan sehat ala Homekitchen.

 

Roti yang lembut, manis dan legit, siapa tidak mau? Tapi tunggu dulu. Meski enak dan, bisa jadi, harganya mahal,  roti yang terlalu manis atau sebaliknya asin ternyata tidak selamanya sehat. Tak sedikit, demi menghasilkan roti yang legit, empuk dan tahan lama, banyak orang menambahkan berbagai bahan kimia seperti bahan pemanis, pelembut, bahan pengawet dan bahan tambahan lain yang berbahaya bagi kesehatan.

Nah, prihatin pada makin banyak roti yang kurang memenuhi standar kesehatan inilah, Sarah Siti Kawiryan , SE atau yang akrab disapa Nanan termotivasi mengembangkan usaha pembuatan roti sehat atau dikenal dengan istilah Artisan Bread.  Disebut sehat, karena roti, baik bakery, cake, tart, atau kue-kue buatannya menggunakan  bahan-bahan alami. Ia tidak menggunakan bahan-bahan tambahan seperti pelembut dan pengawet, misalnya. Bahkan, untuk proses pembuatan roti, ia lebih mengutamakan ketrampilan tangan dan cara-cara traisional ketimbang proses instan menggunakan mesin dan alat-alat canggih lainnya. Selain itu yang membuat roti buatan Nanan ini lebih sehat karena menggunakan bahan-bahan berkualitas yang sebagian besar masih diimpor.

 ''Contohnya roti gandum ini yang dibuat dari gandum utuh. Roti ini luarnya memang keras tapi dalamnya lembut. Roti ini sangat cocok untuk sarapan, karena pasti sudah kenyang meski hanya makan roti ini,'' katanya di ruang kerjanya yang nyaman dan sarat dengan buku maupun pernak-pernik yang erat kaitannya dengan dunia masak memasak di Jl Singosari I Semarang.

Nanan memulai usaha pembuatan roti sehat ini sekitar tahun 2013 lalu. Ia mengaku tidak memiliki <I>background<P> pendidikan bakery ataupun patiseri. Wanita ayu berkulit bersih kelahiran Canberra, Australia ini mengaku ketrampilan dan kepiawaiannya mengolah bahan roti adalah berkat dan karunia dari Tuhan. Pasalnya, meski telah lebih 15 tahun menjalani profesi sebagai Consultan atau Dokter Restourant, sebelumnya lebih dikenal di dunia modeling. Namun, terlepas dari mana dan bagaimana putri bungsu Wiryono SH ini terlibat mesra dengan dunia masak memasak, dari dapur rumahnya di kawasan Bukitsari, ia telah mencipta ragam roti dan aneka masakan lain yang tak hanya menarik dilihat, tapi juga nikmat dilidah serta, sehat tentunya.

Berbeda dengan toko roti atau pabrik roti yang siap jual,  istri John Richard Latuihamallo SH,M.Hum dan ibu empat anak Nasya, Noel  Clara & Sean, memproduksi roti berdasarkan pesanan. Itu sebabnya, usaha yang dia jalankan lebih sebagai hobi dan pekerjaan sampingan selain usaha yang tengah dirintisnya yakni sekolah memasak  bagi anak-anak ini jauh dari kata rugi. Justru sebaliknya. Meski pesanan yang diterima dalam jumlah terbatas, Nanan yakin secara perhitungan usaha tetap mendatangkan untung. Meski keuntungan yang dimaksud tidak semata diukur dari besarnya pendapatan yang dia terima, tapi lebih sebagai kepuasan batin bahwa pelanggannya mengkonsumsi roti dan makanan lain yang sehat dan berkualitas. ''Dalam hal ini saya lebih mengutamakan bisa berbagi tentang kesehatan,'' ucapnya tersenyum manis.

Bagaimana dengan harga jualnya? Menyinggung hal ini, Nanan mengaku dirinya lebih mengutamakan kualitas. Itu sebabnya, banyak dari bahan-bahan yang ia gunakan menggunakan bahan impor. Roti yang dibuat pun dikreasi dengan seni dan dibuat dengan sepenuh hati. ''Soal harga relatif. Tergantung bahan, isi dan pilihan toping-nya. Semua disesuaikan dengan selera masing-masing,'' imbuh dia. Ia menyebut harga roti buatannya tak beda jauh dengan roti yang dijual di pasaran. Berkisar antara Rp 8.500 untuk cup cake hingga ratusan ribu rupiah untuk roti atau bread lainya maupun tart ulang tahun yang cantik dan artistik. 

 

Kreasi Tapas

Selain memproduksi roti atau bread dan aneka tart, satu hal yang saat ini banyak dikembangkan Nanan di dapurnya  adalah membuat olahan pesanan hidangan pesta atau makan bersama teman dan keluarga yang unik dan cantik yang dikenal dengan makanan secukupnya atau lazim disebut Tapas.

Disebut secukupnya, karena makanan ini memang dibuat dalam porsi kecil, namun sarat dengan bahan berkualitas dan citarasa yang berbeda; tidak keasinan, tidak kemanisan dan kembali ke rasa orisinal. Dalam istilah lain, sajian hidangan pesta yang belakangan banyak digemari dan diminati kalangan menengah atas ini disebut back to classic. ''Hidangan ini lebih menonjolkan kualitas dan keindahan. Jadi selain harus paham dan mengenal betul kandungan nutrisi maupun citarasa masing-masing bahan yang digunakan, untuk membuat Tapas juga dituntut jiwa seni tersendiri. Jadi makanan itu tidak sekedar kenyang, tapi lebih sebagai seni yang menyehatkan. Bagaimana pun kesehatan kita tercermin dari makanan yang masuk dari mulut kita'' kata Nanan.

Bisa jadi karena itu, harga satu set menu Tapas ini tidaklah bisa dikata murah. Sejauh ini ia mematok harga sekitar Rp 350 ribu perorang dengan minimal order untuk 10 orang atau saju meja. Mahal? mungkin.  Meski begitu, pesanan yang diterima Nanan diakui tak pernah sepi. Banyak kalangan menengah atas yang menjadi pelanggannya. Tidak terbatas di Kota Semarang, tapi banyak pula pesanan dari luar kota seperti Jakarta dan Bali. Rupanya, selain menyajikan hidangan Tapas yang sehat dan menarik, ia juga memberikan pelayanan lebih seperti memilih jenis menu, setting menu sesuai pesta hingga saat yang pas kapan menu disajikan. ''Yang jelas pelanggan dan tamu semua harus puas,'' tandas dia. 

 

 

 

(esti valentina)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com