30 Mei 2014 | 15:36 wib | Herbal

Kucai, Antioksidan Alami Cegah Kanker

image

Kucai mengandung fibrin untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan, mencegah sembelit, dan mengurangi risiko kanker

 

KUCAI bagi kebanyakan orang dipakai sebagai bahan penyedap masakan. Tak sedikit pula yang menggemarinya sebagai sayuran olahan. Namun tak  banyak yang tahu jenis herbal yang memiliki nama Latin Allium schoenoprasum dari  famili  Alliaceae itu bermanfaat untuk pengobatan.

Kucai adalah tanaman umbi-umbian, tinggi antara 30 cm dan 50 cm. Umbi ramping berbentuk kerucut dengan panjang 2-3 cm dan lebar 1 cm serta tumbuh dalam rumpun padat. Daun berbentuk tabung hampa, panjang hingga 50 cm, dan berdiameter 2-3 mm, dengan tekstur lembut. Meski sebelum muncul bunga dari daun akan terlihat lebih keras. Bunga berwarna pucat ungu, berbentuk bintang dengan enam kelopak bunga, lebar 1-2 cm, dan diproduksi sebanyak 10-30.

Aroma kucai lebih dekat ke bawang putih daripada daun bawang. Karena itulah dalam bahasa Inggris disebut garlic chives. Karena banyak digunakan dalam makanan yang terpengaruh budaya China, kucai juga dikenal dengan nama Chinese chives.

Kucai mengandung berbagai senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan, antibiotik, antikanker, dan antibakteri. "Kucai juga mengandung beberapa mineral yang baik untuk tubuh, seperti potasium, kalsium dan fosfor yang bermanfaat bagi kesehatan tulang. Kucai juga mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan karotin," ujar Alkhamudi SSI Apt.

Kepala Seksi Perbekalan Farmasi Bidang Penunjang dan Sarana RS Kariadi Semarang itu menuturkan dalam 100 gram kucai terkandung energi lebih dari 40 kkal. Selain itu, sebagai sayuran kucai sangat kaya serat pangan (<I>dietary fiber<P>), vitamin, dan mineral. Kandungan zat gizi per 100 gram kucai terdiri atas energi 45 kkal, protein 2,2 gram, lemak 0,3 gram, kalsium 52 mg, fosfor 50 mg, besi 1,1 mg, vitamin A 40 IU, vitamin B 0,11 mg, vitamin C 17 mg.

Sejak dulu kucai terkenal bermanfaat menurunkan tekanan darah sistolik (angka fase darah saat dipompa jantung) dan tekanan darah diastolik (angka fase tekanan darah saat kembali ke jantung). Tak mengherankan kucai digadang-gadang sebagai sayuran antihipertensi.

Sebagai pereda hipertensi, kucai mengandung senyawa yang disebut <I>tetrametiloksamida<P> dan <I>ester 17-etadekadesenil<P> yang sangat berkhasiat untuk mengatasi hipertensi. Kandungan antihipertensi dalam kucai pun luar biasa karena sebanding dengan Atenolol dosis 25 mg yang merupakan zat penurun hipertensi yang sering dianjurkan dokter ke penderita hipertensi. Sebagai penyembuh pengidap hipertensi, kucai telah melalui uji klinis otoritas kedokteran seperti pernah dilakukan Sekolah Tinggi Farmasi ITB Bandung yang mengekstrak kucai. Esktrak itu ternyata dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan tekanan diastolik.

Menjaga Kecantikan

Kucai disebutkan mengandung banyak komponen diallyl sulphides yang mampu mencegah oksidasi platelet di dalam darah, sehingga bisa berfungsi sebagai antioksidan. Kucai bertindak sebagai antiseptik untuk membunuh kuman bakteria dalam usus dan jadi perangsang proses pengecutan serta pengembangan usus. Ia juga memperlancar aliran darah sekaligus menghindarkan pembekuan darah.

Alumnus UGM itu mengemukakan berdasar penelitian di Jepang, kucai mengandung zat aliin yang bisa digunakan sebagai antibiotika. Aliin sangat penting bagi tubuh karena bisa menghasilkan antioksidan. Selain itu, dalam kucai terdapat <I>thiosulfinates<P> yang dapat digunakan untuk melawan sel kanker prostat.

Selain itu Ferulic acid terkandung dalam kucai yang merupakan komponen antioksidan, dapat menetralkan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Ferulic acid sangat baik dikonsumsi orang yang menderita diabetes. Sebab, dapat mengurangi kadar gula dalam lemak darah. Selain itu, kucai mengandung <I>thiosulfinates<P> yang dapat digunakan untuk melawan sel kanker prostat.

"Dalam penelitian The Journal of Alternative and Complementary Medicine (2001) disebutkan mengonsumsi kucai 12,5 mg per hari bisa memberikan efek pengurangan risiko kanker paru-paru sampai 40 persen," kata ayah tiga anak itu.

karena memiliki kandungan antioksidan, protein, dan serat tinggi, kucai bermanfaat membantu menjaga kecantikan kulit dari dalam. Selain itu, vitamin C yang terkandung dalam kucai dapat mencerahkan kulit. Ada pula zat alisin yang dapat memperbaiki aliran darah ke jantung, sehingga aliran darah menjadi baik dan memengaruhi kecantikan kulit.

Alkhamudi menuturkan khasiat lain kucai adalah membantu memperlambat atau mencegah penyakit alzheimer karena vitamin K dan asam folatnya tinggi. Selain itu, kucai mencegah kanker karena dengan fiber tinggi, makanan bersifat karsinogen yang masuk melalui mulut <I>transit time<P>-nya lebih singkat dan langsung diambil oleh serat untuk dikeluarkan kembali. Jadi tidak akan ada kontak dengan mukosa usus.

Kucai dengan khasiat luar biasa juga mempunyai efek samping, meski bukan hal serius bagi kesehatan. Ya, kucai dapat menimbulkan bau badan dan bau mulut kurang sedap. Bau badan disebabkan oleh kandungan sulfur dalam kucai yang terserap lewat aliran darah, yang dikeluarkan sebagai keringat melalui kulit tubuh.

"Namun karena kandungan sulfur kucai tidak setinggi bawang putih, bau yang ditimbulkan akibat mengonsumsi kucai tentu tak sehebat yang dihasilkan bawang putih. Tentu menganggu bila kucai dikonsumsi dalam jumlah banyak dan dalam keadaan segar," katanya.

 

 

 

 

Ramuan Kesehatan

 

1. Menghilangkan mual.

Ambil 5-6 helai daun kucai, potong-potong, 1 jari jahe, 1 gelas susu sapi, 2 sendok makan madu. Jus kucai dan jahe, campurkan dengan susu sapi dan madu. Aduk rata, masak sampai mendidih. Dinginkan, lalu minum. Ramuan itu juga bermanfaat untuk meningkatkan vitalitas seksual.

2. Memperlancar peredaran darah.

Ambil 5-6 helai daun kucai, potong-potong, 2 butir telur, garam secukupnya, daun ketumbar, 1 buah cabai merah, saus tomat, minyak nonkolesterol. Kocok telur ayam sampai rata, aduk semua bahan bersamaan. Goreng sampai matang. Konsumsi ramuan itu dua-tiga kali seminggu. Ramuan itu  juga dapat digunakan untuk mengatasi sakit pinggang, kaki ngilu, dan menambah daya tahan tubuh.

3. Sering buang air kecil.

Ambil 5-6 lembar daun kucai, potong-potong, tambahkan 1 buah delima masak yang masih segar, ambil isi berikut bijinya. Rebus bahan dengan tiga gelas air sampai tersisa setengah. Dinginkan, saring. Bagi ramuan menjadi tiga bagian, minum pagi, sore, malam. Konsumsi ramuan itu sampai sembuh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(pitra)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com