22 Januari 2015 | 09:17 wib | Sehat

Bahaya di Balik Ngorok

image


Jangan sepelekan dengkuran saat ini. Sebenarnya mendengkur merupakan alarm tanda bahaya bagi kesehatan tubuh!

Ngorok alias mendengkur merupakan gangguan yang umum terjadi. Itu biasanya sangat mengganggu, terlebih bagi orang yang memiliki pasangan. Orang usia lanjut paling rentan mendengkur. Sekitar sepertiga dari orang usia 55-84 tahun mengalami gangguan ngorok. Gangguan mendengkur atau ngorok dialami sekitar 40 persen laki-laki dan 25 persen perempuan.
Selain suara dengkuran mengganggu orang lain, mengorok merupakan alarm tanda bahaya bagi kesehatan kita. ''Mendengkur merupakan masalah yang tidak mudah diatasi. Suara yang timbul pada waktu mendengkur disebabkan oleh vibrasi atau getaran jaringan saluran napas yang dilewati aliran udara. Gangguan aliran napas dapat terjadi pada hidung, yaitu ada penyempitan pada hidung, mungkin akibat kelainan anatomi atau ada cedera sehingga menimbulkan suara seperti bersiul,'' kata dokter spesialis saraf, Herlina Suryawati.

* Penyempitan Saluran Napas
Mendengkur dapat disebabkan oleh turbulensi aliran udara yang melewati saluran hidung yang menyempit. Selain itu dapat pula disebabkan oleh kegagalan saraf pusat untuk memicu napas atau disebabkan oleh kolapsnya dinding faring. Pada waktu tidur, semua otot mengalami relaksasi, tak terkecuali otot dilator faring. Hal itulah yang menyebabkan penyempitan saluran napas. Sselain itu lidah dapat jatuh ke belakang, sehingga menyempitkan saluran udara. Aliran udara pun terhambat sehingga terjadi suara dengkuran.
Bahkan walau gerak napas tetap ada, aliran udara terputus seolah tercekik dalam tidur. Akibat sesak, penderita akan terbangun singkat untuk bernapas. Namun dia tak akan sadar jika sepanjang malam berkali-kali bangun dari tidur.

* Gejala Tidur Sekejap
Kondisi terhentinya pernapasan atau dalam istilah medis disebut obstruktif sleep apnea(OSA) itu berlangsung sedikitnya 10 detik dan dapat berlangsung puluhan kali dalam satu jam. Bahkan dalam kasus ekstrem, terhentinya pernapasan dapat berlangsung hingga tiga menit. Setiap kali mengalami gejala berhenti bernapas atau apnea mereka akan terbangun. Akibatnya siang hari mereka tampak selalu mengantuk. Bahkan terkadang muncul gejala tidur sekejap yang tidak disadari atau disebut narkolepsi.

* Stroke dan Gagal Jantung
Dampak negatif dari gangguan tidur itu, penderita dapat mengidap penyakit darah tinggi, gagal jantung, atau dalam kasus ekstrie infark jantung dan stroke.
''Ngorok mengakibatkan terhentinya pernapasan yang menyebabkan pasokan oksigen ke otak terganggu. Hal itu dapat memicu serangan stroke,'' kata Herlina.
Di satu sisi stroke terjadi sering akibat dari penyumbatan pembuluh darah.Di sisi lain tentu akibat kurangnya pasokan oksigen ke otak yang menyebabkan gangguan sirkulasi darah di otak. Sering orang yang mengalami ngorok hingga napas terhenti, saat pagi hari ketika bangun tidur, tangannya tiba-tiba lumpuh. Jadi ketika tidur mereka terkena stroke.

* Diabetes
Sleep apnea akan mengganggu metabolisme hingga tubuh tidak menoleransi glukosa dan juga resisten terhadap insulin. Diabetes tipe 2 juga salah satu penyebab kematian utama, terjadi ketika badan tidak dapat memanfaatkan insulin secara efektif. Berbagai penelitian juga menunjukkan sleep apnea menjadi penyebab diabetes.

* Risiko Kematian
Dua penelitan di jurnal Sleep tahun 2008 menunjukkan penderita sleep apnea mempunyai risiko kematian lebih tinggi ketimbang yang tidak mendengkur. Risiko akan meningkat bersamaan dengan peningkatan derajat keparahan henti napas. Apalagi jika mendengur dibiarkan saja!

* Hormon Terganggu
Dokter sekaligus staf Bagian Neurologi RS dr Kariadi Semarang itu menjelaskan, karena gangguan tidur tersebut menyebabkan hormon stres akan diproduksi dan tekanan darah akan naik. Jika terdapat gangguan jantung, itu akan menyebabkan penyakit jantung akut. Diketahui jika kenaikan tekanan darah terus-menerus terjadi, juga akan memicu reaksi stres. Selain itu, gangguan hormonal terjadi karena gangguan tidur itu juga dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih gemuk dan mengganggu libido.

* Ngantuk Berat Siang Hari
Tergantung pada berat dan dramatisnya kekurangan pasokan oksigen ke otak akan muncul penyakit gangguan metabolisme dan penyakit jantung. Selain itu, pada siang hari orang yang ngorok dan mengalami gangguan tidur itu akan mengalami rasa ngantuk luar biasa. Tak jarang rasa kantuk berlebihan itu mengganggu saat beraktivitas, seperti saat mengendarai kendaraan bermotor.
''Meski sudah beristirahat delapan jam lebih, gangguan tidur seperti mengorok dapat mengganggu kualitas tidur. Itu membuat seseorang selalu bangun dengan rasa kurang fresh dan sering ngantuk saat beraktivitas pada siang hari,'' ucap dokter kelahiran Surabaya, 1 Mei, itu.
Dalam jangka pendek, ganguan tidur itu menunjukkan gejala berupa gangguan gangguan kesehatan lain, seperti kemunculan perasaan tegang, resah, sulit berkonsentrasi, cemas, dan gangguan psikologi lain.

Mengetahui Pola Dengkuran

Sangat penting mengetahui pola tidur dan dengkuran Anda. Posisi tidur mengungkapkan lebih banyak hal, termasuk menjawab pertanyaan mengapa bisa mendengkur ketika tidur.

* Mendengkur di semua posisi tidur
Menunjukkan dengkuran Anda lebih parah dan membutuhkan penanganan lebih komperehensif.

* Mendengkur dengan mulut tertutup
Menunjukkan ada masalah dengan lidah Anda.

* Mendengkur saat tidur telentang
Hal itu dinilai ringan, cukup mengubah kebiasaan tidur dan gaya hidup lebih baik.

* Mendengkur dengan mulut terbuka
Menunjukkan masalah dengan jaringan di tenggorokan Anda.

(pitra)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com