06 Januari 2016 | 21:00 wib | Herbal

Daun Duduk, Atasi Wasir Secara Alami

image

Daun duduk dapat digunakan sebagai obat tradisional karena memiliki khasiat anti-inflamasi, diuretic, antipretik serta parasitid.

 

Nama daun duduk mungkin cukup aneh karena jarang kita dengar sehari-hari. Tumbuhan pemilik nama unik ini memiliki nama ilmiah Desmodium triquetrum L.D.C. Di nusantara dikenal dengan nama genteng angkena, ki congcorang, potong kujang, cen-cen (Sunda), daun duduk sesor (Jawa), daun duduk (Sumatera).

Daun duduk sendiri biasanya memiliki habitat di dataran rendah sampai 1.500 m dpl. Tanaman ini juga biasa tumbuh liar di tempat terbuka dengan cahaya matahari yang cukup atau sedikit naungan serta tidak begitu kering. Berupa perdu menahun, tumbuh tegak atau menanjak, dengan tinggi 0,5 hingga 3 m, dan dengan kaki yang berkayu.

Bila dilihat dari cici-cicinya, tanaman ini memiliki batang bulat, beruas, permukaan kasar, percabangan simpodial, diameter 2 cm, dan berawarna coklat. Untuk daunnya berupa daun tunggal, berseling, berdaun penumpu, serta memiliki tangkai daun bersayap lebar. Helaian daun lanset, ujung meruncing, pangkal rata, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 10 - 20 cm, lebar 1 - 2 cm, dan ketika masih muda berwarna coklat dan setelah tua berwarna hijau.

Untuk bunga berupa bunga majemuk yang keluar dari ujung batang, mahkota berbentuk kupu-kupu berwarna putih keunguan, berambut halus, dan pangkal berlekatan.

 

<B>Banyak Khasiat

<P>

 

Meski memiliki nama yang cukup unik namun tumbuhan ini memiliki banyak khasiat di antaranya untuk mencegah pingsan (<I>heat stroke<P>), demam, salesma, disentri, juga wasir. Selain itu ttumbuhan ini juga bermanfaat untuk mengatasi radang amandel (tonsilitis), gondongan (parotitis), skleroderma,; lelehan nanah (piorea), radang ginjal akut (acute nephritis), sembab (edema), radang usus (entiris), muntah pada kehamilan, infeksi cacing tambang (<I>hookworm<P>), infeksi cacing pita di hati, keputihan akibat trichomonas (trichomonal vaginitis), rematik, sakit kuning (ikterik hepatitis), TBC tulang dan kelenjar limfa, kurang gigi pada anak, keracunan buah nanas, multipel abses, dan masih banyak lagi.

Hampir seluruh bagian kecuali akar dapat digunakan sebagai obat. Pemakaiannya pun juga dapat dalam bentuk segar atau yang telah dikeringkan. Selain itu menurut beberapa catatan, bila bagian dari tanaman ini dicampurkan ke dalam ikan asin dan daging, bisa berkhasiat melindungi makanan tersebut dari serbuan lalat dan belatung.

Pengobatan dengan tanaman ini memiliki cita rasa yang sedikit pahit namun terasa sejuk. Dalam tumbuhan ini juga terdapat berbagai kandungan kima alami seperti tanin, alkaloida hipaforin, trigonelin, bahan penyamak, asam silikat, dan K20 

 

CARA PENGGUNAAN

1. Wasir : ambil 20 gram daun segar, cuci bersih lalu rebuslah dengan 1 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring dan diminum, lakukan setiap hari.

2. Radang ginjal akut dan edema : ambil daun duduk sebanyak 60 gram, cuci lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring, minum sekaligus pada pagi hari.

3. Muntah pada kehamilan : ambil daun duduk sebanyak 30 gram, cuci lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.    Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali rninum, yaitu pagi, siang dan sore.

4. Disentri : ambil daun duduk segar sebanyak 30 gram, cuci lalu giling halus. Seduh dengan 3/4 cangkir air panas, biarkan selama 15 menit. Tambahkan garam seujung sendok teh sambil diaduk. Peras dan saring. Hangat-hangat diminum sekaligus.

(pitra)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com