29 Januari 2016 | 13:36 wib | Herbal

Daun Sukun Banyak Khasiat di Tiap Lembarnya

image

 

Sukun memiliki manfaat mengobati penyakit jantung dan sebagai anti inflamasi.

Buah sukun adalah sumber pangan yang digemari banyak orang. Biasanya buah ini digoreng garing atau malah diolah dalam sajian bersantan seperti kolak. Buah ini digemari karena rasanya yang manis dengan tekstur daging buahnya yang cukup mirip dengan roti. Karena hal inilah, sukun pun mendapat julukan bread fruit dari orang-orang Eropa.

Sukun juga sering dijadikan bahan pangan utama karena mempunyai kandungan karbohidrat yang jauh lebih tinggi daripada umbi-umbian lain seperti ketela dan kentang. Hebatnya lagi, meski mengandung karbohidrat tinggi namun buah ini tetap rendah kalori.

Di samping semua kelebihannya itu, sukun ternyata masih memiliki banyak kelebihan lain. Tak hanya buahnya saja ysang bisa dimanfaatkan oleh manusia, namun juga bagian-bagian lain dari pohonnya.

 

Tanaman Kehidupan

Pemilik nama ilmiah Artocarpus altilis dan masih merupakan keluarga Moraceae ini adalah tanaman yang menjadi sumber karbohidrat di daerah tropis, terutama di Kepulauan Pasifik dan Asia Tenggara. Sukun sendiri diperkirakan berasal dari Papua. Baru setelah suku-suku di daerah ini bermigrasi, sukun menyebar ke negara-negara sekitar Asia dan juga ke Eropa setelah ada proses kolonisasi bangsa Eropa.

Nama "sukun" sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti "tanpa biji". Hal ini dikarenakan pada buahnya yang memang tidak mempunyai biji. Di daerah Sunda, sukun dikenal dengan sebutan timbul atau kulur, sementara di Aceh dikenal dengan sebutan kulu. Di beberapa tempat, sukun bahkan disebut dengan istilah "tanaman kehidupan".

Tanaman sukun dapat hidup di iklim tropis dan dataran rendah. Daerah yang mempunyai suhu sekitar 20 derajat celcius hingga 40 derajat celcius dengan curah hujan tinggi serta lembab merupakan lokasi yang sangat ideal bagi tanaman sukun untuk bisa tumbuh.

Pohon sukun yang sudah dewasa bisa tumbuh hingga mencapai tinggi 30 meter, meski tidak banyak sukun yang mencapai tinggi maksimal seperti itu. Daun sukun bentuknya besar-besar dan liat, hampir seperti kulit. Warna di sisi atas daunnya hijau tua mengkilap sementara di sisi bawahnya kusam dan kasar. Bila diraba, bagian bawah daun sukun mempunyai bulu-bulu yang halus.

 

Kandungan Nutrisi

Sekarang ini, biasanya daun sukun dipakai untuk pakan ternak. Masih jarang orang yang menyadari kegunaan lain dari daun sukun. Padahal khasiat daun sukun sendiri sebenarnya sangatlah banyak. Daun sukun mengandung kalium yang sangat berguna karena dapat menguraikan batu ginjal sehingga bisa larut dengan mudah dan keluar dari tubuh bersama dengan urin. Selain itu, senyawa-senyawa yang berguna di dalam daun sukun antara lain Asam amino esensial, kalium, riboflavin (vitamin B2), hidrosianat, asteilcolin, tannin, polifenol dan masih banyak lagi.

Selain untuk ginjal, manfaat lain daun sukun juga dapat untuk menjaga kesehatan organ jantung. Daun sukun terutama yang bewarna kuning mengandung zat phenol serta quercetin. Kedua zat ini dapat membantu Anda menurunkan tekanan darah sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai upaya menjaga kesehatan pembuluh darah dan juga jantung.

Selain melindungi jantung, daun sukun terbukti mencegah inflamasi atau peradangan. Jurnal West Indian Medical melansir hasil penelitian Singh dan rekan, tentang khasiat daun sukun sebagai anti inflamasi dan anti kanker. Riset in vitro Song Chwan Fang dan rekan di Chung Hwa University of Medical Technology Taiwan mengungkap ada tiga turunan geranyl chalcone baru yang cukup bermanfaat yang terdapat di daun sukun

Selain menyehatkan jantung, daun sukun juga bisa mengatasi gangguan kesehatan ringan. Di antaranya adalah panu, sariawan, juga pegal dan linu.

Agar khasiat serta manfaat yang terkandung dalam daun herbal ini bisa diserap maksimal oleh tubuh dan untuk menghindari terjadinya efek samping keracunan yang berbahaya bagi kesehatan, berikut cara yang benar mengolah daun sukun mulai dari proses pemilihan bahan, penjemuran sampai proses perebusan. Pertama, usahakan memilih daun yang sudah tua atau akan lebih baik daun yang warnanya kuning. Jika olahan herbal memakai daun yang masih segar, hindari mengolah daun yang cacat (banyak lubang, kotor, warna tidak merata). Biasakan mencuci dengan air mengalir sebelum mengolah daun sukun. Jika olahan herbal menggunakan daun kering, jemur dulu di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering.

Cara merebus daun sukun yang benar hendaknya selalu memakai gerabah tanah liat atau paling tidak panci stainless steel. Hindari memakai panci aluminium karena zat pada daun bisa menimbulkan reaksi yang beresiko dan membahayakan kesehatan

(pitra kurniawan)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com