07 Maret 2016 | 15:24 wib | Herbal

Bunga Asoka Ampuh Atasi Wasir dan Disentri

image

 

Tanaman asoka mengandung hematoksilin yang bermanfaat bagi kesehatan.

Hampir semua orang pasti mengenal bunga asoka. Bunga dengan kelopak kecil-kecil dan berkelompok serta memiliki warna mencolok ini sering dijadikan tanaman hias dan diletakkan di teras-teras rumah. Terkadang, tanaman ini juga dibonsai atau dibentuk hingga menjadi pagar hidup. Tak jarang bunga ini juga sering digunakan anak-anak untuk bermain pasaran. Anak-anak kerap kali  mengambil setiap kuntum dari bunga asoka lalu menghisap nectar yang terasa manis di dalamnya.

Bunga dengan nama Latin Sarca Indica ini merupakan tanaman dari family Caesalpiniaceae. Asoka adalah pohon yang dianggap suci oleh agama Hindu. Pohonnya akan mengeluarkan harum pada malam hari di bulan April dan Mei setiap tahunnya. Pohon tanaman ini sering diasosiasikan dengan cinta dan kesucian.

Di Indonesia, dikenal dua jenis bunga asoka, yakni pohon asoka yang tumbuh menjulang tinggi tanpa ranting atau disebut juga glodokan tiang (Polyalthia Longifolia) dan asoka biasa (Polyalthia sp.) yang memiliki ranting dan berdaun runcing. Bunga asoka ini memiliki beberapa nama lain seperti bunga soka, pohon soka, anganapriya, asogam, asokada, ashopalava, asok, asoka, asupala, gandapuspha, kankelli, kenkalimara, vichitrah, dan thawgabo. Orang-orang Eropa sering menyebut tanaman ini Flame of the Wood atau api dari hutan karena warna bunganya yang cerah serta mencolok layaknya api.

 

Astringent

Tanaman asoka berbunga ketika menjelang musim hujan tiba.  Bunganya dapat bertahan selama 3-4 bulan. Biasanya untuk memperbanyak tanaman ini, sang pemilik akan melakukan pencangkokan atau lewat biji langsung. Untuk perawatannya sendiri, bunga tanaman ini cukup diberi pupuk sebanyak tiga bulan sekali.

Pohon asoka ini bunganya tumbuh pada cabang-cabang besar. Bunganya tumbuh secara bergerombol dan berderet dengan benang sari yang mencuat keluar seperti kembang api.

Untuk warnanya, pohon ini sering dijumpai dengan bunga warna kuning, jingga, bahkan merah. Asoka memiliki batang yang keras dengan tinggi yang dapat mencapai 7 meter, sedang daunnya majemuk dan berbentuk oval berujung lancip

Selain sebagai tanaman hias, tanaman ini ternyata juga dapat dimanfaatkan di bidang kesehatan dan berkhasiat menyembuhkan beberapa penyakit. Antara lain menstruasi tak teratur atau haid berlebihan, keputihan, disentri, dan wasir. Selain itu bunga asoka juga berkhasiat untuk mengobati kram betis jika dikonsumsi dengan dicampur bunga mawar dan daun sembung segar. Selain itu tanaman ini juga dapat digunakan untuk mengobati luka memar, caranya adalah dengan meminum air rebusan dari bunga asoka yang ditambah bunga mawar kering dan umbi daun dewa.

Dalam mengatasi gangguan menstruasi, bunga soka ini berfungsi sebagai astringent yang bekerja sebagai pereda stres dan bisa menenangkan otot-otot rahim sehingga dapat merelaksasi dan menormalkan kembali siklus haid.

Bunga asoka memiliki rasa yang manis dan menyejukkan. Hasil pengujian laboratorium mengungkap fakta bahwa kulit kayu kering asoka yang dihaluskan mengeluarkan zat tanin dan zat organik yang mengandung besi, sedangkan kulit kayunya mengandung beberapa zat tanin dan catachin. Selain itu ada kandungan zat lain yakni antosianin yang dapat mencegah infeksi dan kanker kandung kemih dan zat hematoksilin yang dapat mengobati disentri.

Namun, hingga saat ini belum banyak penelitian lebih lanjut menganai tumbuhan ini sehingga banyak orang yang belum mengerti manfaat yang bisa didapat dari tumbuhan ini 

 

(pitra kurniawan)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com