13 Februari 2017 | 14:10 wib | Herbal

Bidara Upas Obat Diabetes Alami

image

 

Umbi tanaman bidara upas dapat mengobati berbagai penyakit

 

Indonesia memiliki banyak sekali jenis tanaman obat. Beberapa dari mereka telah melalui penelitian ilmiah, dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi meski dalam penggunaannya tetap sebaginya berada di bawah pengawasan ahli herbal. 

Salah satu yang sudah diteliti dan dipercaya memiliki banyak kandungan bermanfaat medis adalah tanaman bidara upas. Manfaat dari tanaman ini tergolong luar biasa, karena hal itulah tanaman ini jadi cukup tersohor di dunia herbal. 

Dalam penggunaannya sebagai tumbuhan herbal secara turun temurun, daun bidara upas efektif untuk mengatasi berbagai penyakit dan gangguan kesehatan. Penyakit ringan seperti batuk dan tifus dapat diobati oleh daun ini. Bahkan tanaman bidara upas dapat digunakan sebagai obat diabetes, kanker, dan masih banyak lagi. 

Pemilik nama latin Merremia mammosa  ini disinyalir tumbuh untuk pertama kalinya di Philipina, kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Bidara upas memiliki beberapa nama lokal seperti blanar, widara upas (Jawa) serta hailale (Ambon). Tumbuhan ini tumbuh liar di hutan, kadang ditanam di halaman dekat pagar sebagai tanaman obat atau diambil umbinya untuk dikonsumsi. Bidara upas tumbuh dengan baik di daerah tropik dari dataran rendah sampai ketinggian 250 meter.

 

Kandungan.

Bidara upas tergolong ke dalam famili convolulacae dari suku kangkung-kangkungan. Ciri-ciri tanaman bidara upas adalah memiliki umbi yang dapat dimakan layaknya ubi jalar, dengan warna umbi kuning agak kecoklatan. Tinggi tanaman ini dapat mencapai 6 meter, dengan batang kecil yang tumbuh secara merayap. 

Batang pohonnya licin dan berwarna gelap. Bidara upas memiliki daun yang berbentuk mirip dengan jantung dan berwarna hijau tua. Bunganya bergerombol, sekilas mirip lonceng. Warna bunga bidara upas pada umumnya adalah putih.

Dalam hal pengobatan, umbi bidara upas memiliki zat kimia yang efektif untuk mengobati berbagai penyakit ringan dan berat. Zat kimia ini di antaranya adalah resin, damar, zat pahit, dan pati. Selain itu, zat oksidase juga terdapat dalam getah tanaman ini. 

Bidara upas dapat menyembuhkan afeksi tenggorokan dan organ pernafasan. Secara turun temurun, di Madura rebusan umbi bidara upas digunakan untuk menyembuhkan penyakit tuberkolosis. Setelah diadakan percobaan, bidara upas dapat menyembuhkan penyakit tuberkolosis dan tidak menyebabkan kematian kepada hewan yang diujicobakan, yakni mencit.

Manfaat lain dari tanaman ini adalah sebagai antiinflamasi, antipiretik, obat  demam, batuk, serak, radang paru, radang usus buntu, tipes, sembelit, buang air besar darah dan lendir, muntah darah dan masih banyak lagi

Selain itu, ada beberapa penelitian mengemukakan bahwa bidara upas adalah tumbuhan yang dapat mencegah penggandaan virus HIV, meski tanaman ini belum dapat menghilangkan virusnya. 

Parutan umbi tumbuhan ini dapat juga digunakan untuk memperbanyak ASI. Bidara upas diketahui mengandung polifenol, triterpenoid, terpenoid, dan flavonoid. Sementara itu, getah segar tumbuhan ini mengandung zat oksidase.

Serat batang tumbuhan ini dapat juga digunakan untuk bahan pakaian, karena mengkilat seperti kain satin dan memberikan rasa sejuk kepada si pemakai.

 

 

TIPS PENGOLAHAN

 

1. Mengobati diabetes : ambil 100 gram umbinya, kemudian cuci sampai bersih. Parut dan peras untuk mengambil sarinya, minum sebelum sarapan di pagi hari.

2. Mengobati radang usus buntu : parut dan peras 1/4 jari umbi tanaman ini bersama 1 sdm air gula. Saring, kemudian minum airnya di pagi dan malam hari secara teratur.

3. Mengobati kencing batu (batu kandung kemih) : siapkan 10 gram umbi bidara upas, 15 gram daun keji beling, dan 10 gram daun kumis kucing. Cuci ketiga bahan ini, kemudian iris tipis-tipis. Selanjutnya rebus semua bahan bersama seliter air, hingga air yang tersisa hanya 150 ml.  Biarkan airnya menjadi dingin, kemudian saring. Minum 3 kali dalam sehari, masing-masing sebanyak 50 ml. 

4. Mengobati tifus dan muntah darah : parut umbi bidara upas. Peras dan saring dengan kain bersih hingga didapatkan segelas sarinya. Minum sari ini dengan rutin setiap hari. 

5. Mengobati syphilis : cuci dan parut umbinya, kira-kira seukuran jari. Campur dengan 1 sdm madu murni dan 2 sdm air masak, kemudian peras. Saring airnya, minum 3 kali dalam sehari. 

 

(pitra kurniawan)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com