22 Februari 2017 | 12:21 wib | Herbal

Buah Makasar Mencegah Penyakit Disentri dan Malaria

image

 

 

Daun, buah dan akar tanaman ini bisa digunakan sebagai obat. 

 

Mungkin belum banyak yang tahu mengenai tumbuhan satu ini. Buah makasar atau kwalot tumbuh liar di hutan, meski kadang-kadang ditanam sebagai tanaman pagar. Buah makasar tumbuh pada ketinggian 1-500 m dpl. Perdu tegak, menahun, tinggi 1-2,5 meter, berambut halus warna kuning. Daunnya berupa daun majemuk menyirip ganjil, jumlah anak daun 5-13, bertangkai, dengan letak berhadapan. Helaian anak daun berbentuk memanjang, ujung meruncing, tepi bergerigi kasar, permukaan atas berwarna hijau, permukaan bawah berwarna hijau muda, panjang 5-10 cm, lebar 2-4 cm.

Buahnya buah batu berbentuk bulat telur dengan panjang sekitar 8 mm, jika sudah masak buah ini akan berwarna hitam, dengan biji bulat dan berwarna putih. Di Indonesia, buahnya ini disebut biji makasar. 

Tanaman ini juga dikenal dengan nama lada pahit, dadih-dadih, tambar sipago, tabar sipogu, tambar bui, malur, sikalur, belur (Sumatra), kendung peucang, ki padesa, kuwalot, trawalot, walot (Sunda), kwalot (Jawa), tambara marica (Makasar), nagas (Ambon).

 

Anti Bakteri

Meski hampir seluruh bagian tanaman bisa digunakan, namun bagian yang paling sering diambil khasiatnya adalah buahnya. Setelah buah dikumpulkan, bagian yang keras dibuang untuk diambil isinya. Selain buah, daun dan akar juga berkhasiat sebagai obat. Dalam monograf WHO-1 disebutkan bahwa buah makasar dapat bersifat amubisid, anti bakteri, dan anti malaria. Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat pahit, dingin, dan beracun.

Buah makasar memiliki beberapa kandungan kimia alami seperti alkaloid (brucamarine, yatanine), glikosida (brucealin, yatanoside A dan B, kosamine), dan phenol (brucenol, bruceolic acid). Bijinya mengandung brusatol dan bruceine A, B, C, E, F, G, dan H. Daging buahnya mengandung minyak lemak, asam oleat, asam linoleat, asam stearat, dan asam palmitoleat. Buah dan daunnya mengandung tanin.

Khasiat yang bisa didapat diantaranya dapat membersihkan panas dan racun, menghentikan perdarahan (hemostatis), membunuh parasit (parasiticic), digunakan sebagai antidisentri dan juga antimalaria. Khasiat daun makasar dapat membersihkan panas dan racun. Buah makasar mengandung zat aktif seperti asam oleat, bruceine, dan yatanoside A & B yang berkhasiat antikanker, menghambat sintesa DNA sel kanker, meningkatkan daya fagositosis makrofag, serta membentuk sel darah dalam sumsum tulang. 

Sebagai obat pemakaian luar, tanaman ini digunakan untuk menyembuhkan penyakit kutil (warts) dan mata ikan (corns) di kaki. Pemakaian ramuan ini harus hati-hati supaya tidak mengenai kulit normal di sekitarnya. Daun buah makasar yang digiling halus dapat digunakan untuk mengompres bagian tubuh yang bengkak akibat terbentur atau terpukul (memar) benda keras. Selain dapat menyembuhkan penyakit, ramuan ini dapat digunakan untuk mengusir belatung.

Dalam dosis kecil, buah makasar juga berkhasiat sebagai obat pencahar, memperlancar pengeluaran empedu ke usus, mencegah pembekuan darah, dan memberantas cacing usus. Sebaliknya dalam dosis besar dapat menyebabkan keracunan akut.

Meski memiliki banyak khasiat, namun buah ini tidak boleh diminum secara berlebihan. Jika itu terjadi akan mengakibatkan strimulan saluran pencernaan dan menimbulkan gejala keracunan

 

TIPS PENGOLAHAN BUAH MAKASAR

 

1. Disentri amuba : giling 10-15 buah makasar sampai halus lalu masukkan ke dalam kapsul. Minum ramuan ini sekaligus setelah makan. Lakukan sehari 3 kali selama 7-10 hari. 

 

2. Malaria : ambil isi buah makasar kira-kira 10 buah, lalu giling sampai halus. Masukkan ke dalam kapsul, lalu minum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari selama 3 hari. Selanjutnya, dosis dikurangi setengahnya (5 buah) dan minum selama 5 hari.

 

3. Keputihan karena Trichomonas : sebanyak 20 biji buah makasar digodok dengan 400 cc air di dalam pot tanah sampai tersisa 100 cc. Kemudian air rebusan tadi disemprotkan di daerah vital wanita. Ramuan ini dipakai sebanyak 20-40 cc untuk setiap kali pemakaian. Jika keputihannya ringan, penyemprotan cukup dilakukan sekali saja. Namun jika keputihannya berat, perlu diulang selama 2-3 hari.

 

4. Kanker nasofaring, serviks, rahim, dan kulit : sebanyak 20 biji buah makasar digodok dengan 400 cc air di dalam pot tanah sampai tersisa 100 cc. Air godokan diminum 3 kali sehari sebanyak 2 sendok makan sampai penyakit berkurang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(pitra)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com