26 Agustus 2016 | 14:31 wib | Cicip

Siti Hinggil, Angkringan kekinian yang sajikan Menu Hybrid

image

Angkringan merupakan salah satu warung makan atau sekedar tempat nongkrong yang selalu identik dengan pinggir jalan dengan segala kesederhanaannya. Terlebih, jika di Semarang, angkringan ini terkenal dengan menu andalan, nasi kucing atau nasi bungkus.
Meski begitu, kini banyak pengusaha yang memutar otak yang menjadikan warung angkringan ini menjadi tempat yang asik buat nongkrong dan nyaman sekelas resto namun tetap mengusung unsur kesederhanaan. Menu-menu yang lebih menarik, lebih bercita rasa dan menggugah selera, serta tetap dapat dijangkau semua kalangan.
Salah satunya adalah Siti Hinggil The Hybrid Angkringan yang berada di jalan Pamularsih No.68 Semarang, atau di Pelataran Kantor Dekopinwil Jawa Tengah. Angkringan modern yang baru saja dibuka belum lama ini menyajikan berbagai menu khas angkringan yang lebih menjual cita rasa.
Berbagai menu nasi bungkus atau nasi kucing pun tetap disajikan, seperti nasi bihun, nasi kering tempe, nasi oseng kacang panjang, nasi teri, nasi ikan bandeng, nasi kerang, dan masih banyak lagi. Untuk pendamping lauknyapun, ada berbagai macam, seperti sate telur, sate usus, sate keong, sate bakso, sate pentol, siomay, dan tentu saja aneka macam gorengan.
Adapun yang menjadi menu andalan angkringan modern ini adalah menu Hybrid, yakni menu sesuai racikan pengunjung sendiri. Warung menyediakan nasi putih yang nantinya dapat dikombinasikan dengan sayuran serta lauk pauk yang disajikan terpisah.
"Jadi pengunjung bisa dengan bebas memilih menu sayuran maupun lauk yang telah kami sediakan terpisah, pokoknya sesuai selera mereka yang akan  menikmati," kata Pandji & Cici Suadi Gani selaku management & pemilik Siti Hinggil The Hybrid Angkringan.
Pandji menambahkan, selain menu-menu tersebut, masih ada pula menu yang diandalkan yakni nasi bakar Siti Hinggil. Nasi ini berisi berbagai macam pilihan lauk serta sayuran didalamnya yang dibungkus dengan daun pisang lalu dibakar sehingga beraroma khas kelezatanya dan hangat. Ada pula menu tambahan yang juga layak dijadikan pilihan untuk  dicoba, yakni Ayam Panggang Klaten,  Gudeg Jogja, dan  Bebek Goreng.
"Untuk minumannya yang jadi andalan warung kami adalah Jahe Biang yang sangat hangat menemani dinginnya malam, atau bisa juga mencoba teh khas Thailand dan teh tarik, wedang tape ketan dan juga wedang uwuh, selain aneka kopi dan coklat " imbuh dia.
Selain menunya yang bercita rasa, Siti Hinggil The Hybrid Angkringan memiliki konsep outdoor yang menarik serta bangunan nuansa jawa ala keraton dan asik buat nongkrong semalam suntuk bersama keluarga, teman, pasangan juga asik buat kopdar komunitas. Pengunjung bisa memilih tempat duduk santai lesehan maupun di tempat duduk.
"Fasilitas kami sediakan ada free wifi, live karaoke setiap hari, dan live music saat akhir pekan serta nobar. Selain itu, tersedia mushola dan toilet," sambung Cici.
Dia mengaku, warung miliknya itu dapat menampung sebanyak kurang lebih 300 orang pengunjung, dengan tempat yang cukup strategis dan lahan parkir memadai. Sehingga SitiHinggil The Hybrid Angkringan  bisa menjadi pilihan untuk tempat acara berkumpulnya komunitas maupun nonton bareng. Terlebih, sound system dan layar proyektor yang disediakan sangat bisa diandalkan.
"Oya..Kami buka dari pukul 17.00 - 24.00. Soal harga menu kami sangat terjangkau mulai Rp 1.500 hingga Rp 25 ribu, sasarannya untuk umum dan keluarga, bila penasaran silahkan datang ke angkringan kami yang sederhana ini," timpal Pandji.
Mereka berharap, dengan dibukanya  Siti Hinggil the Hybrid Angkringan ini bisa ikut meramaikan dunia perkulineran di Kota Semarang. Selain itu, angkringan ini memberikan tempat santap malam sembari menikmati dinginnya udara malam di Semarang bersama orang tercinta.
(dee)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com