07 September 2016 | 20:05 wib | Singkap

Elma Theana: Antara Aib dan Kebodohan

image

 

Sembilan tahun berguru di Padepokan Brajamusti, nama Elma Theana kembali mencuat setelah penangkapan Reza Artamevia dan Gatot Brajamusti di Mataram terkait kasus narkoba. Lantas mengapa ia mengaku bodoh dan lupa segalanya?

 

Nama Elma Theana seperti kembali mendapatkan panggung setelah penangkapan Gatot Brajamusti. Ia wara-wiri ke beberapa stasiun televisi untuk menceritakan pengalamannya selama 9 tahun berada di Padepokan Gatot Brajamusti di Sukabumi. Elma merasa terlihat bodoh dan malu karena selama sembilan tahun terlena di Padepokan Brajamusti. Air matanya selalu mengalir mengenang kebodohannya itu. Apalagi ketika diingatkan tentang anak semata wayangnya yang ditinggalkannya semasa itu, Elma selalu tercekat. ''Kalau ditanya bodoh ya bodoh banget dan malu. Saya enggak tahu itu. Banyak sih yang berpikiran negatif kepada saya, bodoh banget sembilan tahun enggak tahu. Kami enggak bisa menyalahkan karena di sana kami enggak normal dan dibuat lupa segalanya,'' ucapnya.

Ia bahkan tidak tahu tentang aspat yang disebut Aa Gatot sebagai perantara berhubungan dengan jin. Ia baru tahu sekarang jika aspat itu merupakan sabu-sabu. Sesudah meninggalkan padepokan Gatot, Elma menyadari terapi aspat dan segala macam kegiatan yang ia lakukan ditempat itu di luar norma sosial dan agama. ''Saya melihat memang tidak sesuai dengan akidah. Banyak penyimpangan. Tidak perlu mendetaillah. Cukup saya sajalah yang tahu. Itu aib juga bagi saya, malu saya,'' ucap Elma lirih.

Elma bersama murid-murid Gatot Brajamusti sering berhubungan dengan dunia gaib. Tentu ajaran ini menyimpang dari agama Islam, karena sama saja bersekutu dengan makhluk gaib. ''Aspat itu seperti mediasi untuk kami berhubungan dengan jin itu. Untuk jinnya masuk ke badan kita. Memang makanan jin. Waktu itu ceritanya, dia (Gatot) mau mengarahkan gimana jin bisa menyatu dengan manusia untuk sama-sama belajar,'' imbuhnya.

Diakui oleh Elma, ia begitu nyaman dan percaya dengan Gatot Brajamusti. Karena saat itu ia memang merasa nyaman. Saat terpuruk, Gatotlah yang bersedia merangkulnya. ''Nyamannya saya ya dia bisa merangkul sebagai adik. Keluarga sudah banyak yang bilang di sana enggak benar, tapi saya kekeuh bilang, alhamdulillah enggak apa-apa. Saya enggak merasakan keganjilan apa-apa,'' aku Elma.

Selain itu, Elma mencari tempat untuk berlindung dan ketenangan jiwa. Ditambah, keluarganya saat itu sempat menyalahkan dirinya. ''Awalnya itu karena kasus perceraian, aku <I>down<P> banget. Keluarga juga sempat nyerang aku,'' ungkap Elma.

Berkat seseorang ustadz yang berhasil membuka matanya, dengan menunjukkan bahwa yang dilakukan adalah sesat, Elma keluar dari padepokan. Ia merasa bodoh dengan hanya berpatokan pada karomah guru, tanpa melihat ajarannya. ''Saya bertemu seseorang yang dapat mengajarkan saya. Saya mungkin ada sedikit gimana, tapi saya sadar oh iya, ternyata ini bukan tempatnya. Kok saya bisa ya, menyesali keadaan, saya bodoh, kurang iman, merasa terpana dengan karomah guru. Kita harus melihat ajaran kepada Allah,'' tutur dia.

Elma juga bercerita bahwa selama sembilan tahun penuh berguru di padepokan Aa Gatot. Intensitas Elma mulai berkurang seiring datangnya Reza Artamevia. ''Sembilan tahun bolak balik. Saya intens di sana 3 bulan. Pas Reza datang Aa fokus sama Reza,'' ungkap Elma Theana.

Meninggalkan Padepokan

Elma juga meluruskan berita yang beredar bahwa dirinya yang mengajak Reza Artamevia ke Padepokan. ''Yang benar, saya hanya mengenalkan Aa dengan teteh, karena teteh yang minta dikenalin. Jadi anggapan saya yang bawa teteh (ke padepokan) itu salah dan tidak benar,'' tegas Elma.

Artis 41 tahun ini dekat dengan Reza karena menghadapi masalah yang hampir sama. Saat itu pelantun lagu Satu Yang Tak Bisa Lepas  terpuruk karena perceraiannya dengan Adjie Massaid.  Elma juga sedang bermasalah dengan pernikahan pertamanya. Meski memiliki masalah yang hampir sama tapi mengaku dirinya berbeda dari Reza.

''Kalau teteh Reza memiliki ketergantungan yang besar pada Aa Gatot, memang tidak salah juga. Tiap pribadi-kan bisa berbeda yah?'' ungkap artis yang mulai sering dikawal semenjak rekaman pengakuannya di Youtube dengan judul 'Eksklusif! Pengakuan Jujur Elma Theana'.

Setelah sembilan tahun menjadi penghuni di Padepokan Brajamusti, pada 2011, Elma memilih meninggalkan tanpa diketahui siapapun. Wanita kelahiran 3 Oktober 1974 ini pun lebih memilih kembali ke pangkuan keluarga. Elma mengaku sempat ingin mengajak Reza pergi dari Padepokan Brajamusti. Namun dirinya kesulitan. ''Ada sih keinginan untuk mengajak, cuma saya enggak bisa karena keyakinan beliau pada Aa Gatot, berbeda dengan saya. Untuk itu saya memilih sendiri untuk keluar dari sana,'' jelas istri Julianda Barus ini.

Namun Elma enggan bercerita tentang kedekatan Reza dengan Gatot.  ''Kalau itu saya kurang tahu. Itu balik lagi ke masing-masing pribadi ya? Hanya Teh Reza dan Tuhan yang tahu. Lebih baik dari Teh Reza yang mengeluarkan jawaban,'' tegasnya.

(Galuh)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com