22 Desember 2016 | 08:08 wib | Singkap

Raline Shah : Filosofi Ibu

image

Ia mengaku terpisah secara jarak dengan Ibunda sejak berusia 12 tahun. Tapi sang ibu selalu ada jika ia membutuhkan, bahkan tak pernah absen menemaninya saat syuting.

 

Wajah cantik Raline Shah memang selalu menghiasi layar kaca dan layar lebar di Indonesia. Raline merupakan aktris pendatang baru yang berkarier cemerlang. Beberapa tahun terakhir ini, ia membintangi film layar lebar yang sukses di pasaran. Talenta Raline menuntun dirinya sebagai bintang yang patut diperhitungkan. Keseriusan dan tanggung jawab, membuat dia diapresiasi banyak pihak. Dan, pencapaian model shampo itu, tak lepas dari sosok ibunda, Roseline Rahmat.

Ibu dan anak ini terpisah jarak. Raline di Jakarta, sementara orang tuanya dan banyak kerabatnya tinggal di Medan. Raline mengaku menjalani itu sejak berusia 12 tahun. Tapi sang ibu selalu ada ketika aktris 31 tahun itu membutuhkannya. Bahkan sang ibu tak pernah absen menemani Raline ketika syuting. ''Keberadaan ibu secara fisik memang jauh dengan saya. Tapi setiap saya butuh, Ibu langsung datang. Kayak tukang antar pizza. Setiap syuting film, Ibu selalu hadir, suka bilang nitip ke produser 'anak saya tuh bisa lho','' tutur Raline dalam acara bincang-bincang acara kosmetik Wardah di Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Apalagi, ibu merupakan guru yang mendidiknya pertama kali sejak masih dalam kandungan. Raline selalu mendapat kekuatan dan support dari ibunya. ''Filosofi ibu yang akan kita bawa dalam hidup nantinya. Saya senang, bahagia, bersykur, ibu saya masih sehat dan selalu memberi saya kekuatan," ucap Raline Shah,

Bagi sang bunda, Raline merupakan anak yang mandiri dan bisa dipercaya meski jauh dari orang tua. Untuk itu sebagai seorang ibu, bangga terhadap kemampuan anaknya beradaptasi di banyak tempat. Ia juga merasa tak khawatir ketika sedang jauh dari anaknya. ''Karena dia pinter, saya enggak khawatir dia bagaimana bagaimana keseharian dia. Dia orangnya survival,'' ucap Roseline Rahmat.

Kemandirian dan kedewasaan Raline dalam menjalani kehidupannya, membuat sang bunda termotivasi dan terinspirasi. Bagi Rosaline, putrinya banyak membuatnya terus bersemangat menghadapi kehidupan dan peduli terhadap kesehatan. Masih panjang perjalanan yang harus dia tempuh, agar melihat anak-anaknya bisa berhasil dalam karir dan keluarga. ''Dia (Raline) yang menginspirasi saya, bukan saya yang menginspirasi dia. Dia yang bikin saya ingin tetap sehat. Semoga dia bisa menjadi ibu yang menginspirasi anaknya (kelak). Bisa melihat anak-anak saya berhasil dalam karir dan keluarganya, tentu ini menjadi harapan setiap orang tua,'' urai perempuan masih tampak cantik meski di usia senja.

Selain itu, sambung dia, Raline juga termasuk anak yang humoris. Tak jarang dia selalu dihibur dengan cerita Raline. Ditambah lagi, Raline selalu mengingatkannya untuk menjaga kesehatan. ''Dia sering menghibur saya dengan cerita-cerita. Ada saja cerita lucu yang selalu dia bagikan bila kami bertemu,'' bahasnya.

Ibunda Raline memang masih tampak cantik. Perempuan asal Singapura itu sudah cantik sejak muda dan makin menawan di usianya yang sudah senja. Rupanya kecantikannya itu menurun kepada Raline.

 

Ditentang Keluarga

Sosoknya yang cantik dan ramah membuat awak media menyukai bila mewawancarai aktris yang satu ini. Aktris yang dalam debut film layar lebarnya berperan sebagai Riani di film 5 cm ini, memang mencuri perhatian saat berakting di film tersebut. Kerja keras dan doa menjadi dua kata penting putri pasangan pengusaha dan diplomat Rahmat Shah dan Roseline Rahmat, seorang warga negara Singapura. Dua hal itulah yang diyakini aktris berdarah Melayu, Tionghoa dan Pakistan tersebut.

Nama Raline mulai dikenal sejak menjadi finalis Puteri Indonesia 2008. Saat itu gadis yang lahir di Jakarta 4 Maret 1985 itu menjadi puteri terfavorit. Sebenarnya kedua orang tuanya melarang keras Raline terjun di dunia hiburan.  ''Semua anggota keluarga saya punya latar belakang bisnis. Jadi mereka gak pernah menganggap profesi di dunia entertain sebagai sesuatu yang serius. Awalnya mereka keras menolak pilihan saya dan cukup menganggap sebagai hobi. Tapi melihat keseriusan dan disiplin yang saya miliki mereka baru percaya,'' ungkap Raline.

Model pemilik gelar gelar BA dalam studi Political Science and New Media & Communications dari National University of Singapore ini, memilih keluar dari perusahaan sang ayah dan mengikuti casting seorang diri. Ia pun memilih hidup mandiri dengan memenuhi semua kebutuhannya seorang diri, mulai dari menyewa tempat tinggal hingga membeli kebutuhan sehari-hari. Itu semua dia lakukan karena ia bersikeras hidup di bidang yang benar-benar diinginkan. ''Semua ada struggle dan prosesnya. We have to take the stair, not the elevator. Karena kalau kita memulai sesuatu dengan cara instan kita gak akan tahu bagaimana caranya untuk bisa bertahan lama di puncak karir kita,'' tegasnya.

Jalan memang tidak semulus yang dia kira. Sekalipun memiliki nama besar sebagai seorang model, ia hampir dipecat dari produksi film karena aksen bahasa Indonesia tidak memenuhi kriteria bahasa Indonesia dengan aksen Jakarta. Dalam waktu yang singkat Raline pun mendalami kembali kelas bahasa Indonesia agar ia dapat memenuhi kriteria.

Setelah berhasil menguasai aksen bahasa Indonesia khas Jakarta, ia kembali dihadapkan dengan tantangan berat yaitu harus mendaki gunung terjal selama 20 jam tanpa fasilitas air bersih dan makanan yang memadai. ''Kuncinya jangan pernah kasihan sama diri sendiri. Percaya bahwa Tuhan selalu ada dan dia pasti selalu mau kasih yang terbaik untuk kita,'' tukas Raline.

 

(galuh)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com