23 Februari 2015 | 13:16 wib | Konsultasi Psikologi

Perubahan Emosi Suami

image

 

 

 

 

 

 

Assalamualaikum wr. wb., Bagaimana cara menyikapi dalam menghadapi sikap suami yang selalu berubah arah kadang lembut, kadang kasar, supaya rumah tangga kami tentram bahagia? Terimakasih.

 

+6282327278xxx

 

 

Wa’alaikum salam wr.wb., Ibu yang penuh kasih, semoga senantiasa sehat dan berbahagia. Kondisi pasangan dan harapan yang Anda sampaikan di atas, tentu saja dapat melelahkan Anda dalam menghadapinya, namun bisa membuat Anda menjadi lebih kuat dan bertumbuh menjadi pribadi yang penuh welas asih.  

Dalam tradisi psikologi transpersonal, dipahami bahwa setiap individu yang kita jumpai pasti memiliki masalahnya sendiri, mereka yang bermasalah adalah mereka yang sedang “bertempur” dengan dirinya sendiri yang tidak jarang dampak “pertempuran” tersebut berimbas pada orang-orang di sekitarnya tanpa mereka sadari. Ada satu ungkapan bahwa setiap individu pasti memiliki luka dalam dirinya, namun hanya yang mampu sembuh dari lukanya yang tidak akan melukai yang lainnya. Pada pasangan Anda, pastilah ada yang berkecamuk dalam dirinya sehingga ditampilkannya pribadi yang terkadang lembut, tapi terkadang kasar dan imbasnya adalah perlakuan yang moody tadi pada Anda. Ini berarti pasangan Anda saat ini, masih terluka sehingga kemungkinan melukai Anda masih dapat terjadi dan Anda diharapkan dapat memahaminya.  

Lalu bagaimana Anda harus menyikapinya? Ada beberapa hal yang bisa Anda coba lakukan, yang pertama pahami dulu bahwa dia sedang dalam kondisi tidak nyaman, yang mengganggunya. Jika sudah demikian, maka ambilah posisi untuk tetap tenang dan diam. Biarkan pasangan Anda mengomel hingga puas, tanpa menanggapinya atau dimasukkan dalam hati karena yang bicara adalah emosinya bukan pribadinya yang sebenarnya. Jangan menantangnya atau balik menyalahkannya, namun tetaplah perhatikan dirinya. Seiring dengan menurunnya tekanan amarahnya berikan dia perhatian dan hal-hal yang menenangkan dan membuatnya nyaman, seperti minuman hangat atau suasana rumah yang disukainya. Kedua, jangan dulu buru-buru mencari jalan keluar. Tidak perlu tergesa-gesa, yang perlu Anda lakukan adalah mendengarkan keluhannya dan sejajarkan posisi Anda berdua, tidak satu mendominasi yang lain. Usahakan Anda tidak terpancing dengan kata-katanya yang bisa jadi tidak benar atau menyulut emosi. Nah, jika sudah benar-benar tuntas, sampaikan cerita atau pendapat versi Anda kepadanya tanpa memojokkannya. Trik yang dapat Anda gunakan adalah menyampaikan kondisi yang Anda alami tersebut dalam bentuk “problem bersama”. Misalnya, sampaikan pada pasangan Anda, bagaimana kita bisa bersama-sama menghadapi sikap mudah berubah-ubah saya atau mas? Adakah sarannya, keberatankah jika dalam kondisi emosi dia diingatkan atau malah memilih untuk didiamkan sejenak. 

Pada dasarnya, komunikasi yang baik dan komitmen memelihara keutuhan keluarga adalah pemupuk kesabaran dalam menyikapi kondisi pasangan. Pemahaman akan welas asih di atas juga dapat membantu kita untuk selalu punya energi tambahan dalam menghadapi masalah dalam rumah tangga. Berilah batasan perilaku yang Anda bisa toleransikan, jangan sampai terjadi pemukulan atau bentuk kekerasan yang lain, yang mengancam keselamatan Anda dan anak-anak. Batasan tersebut bukan berarti Anda membatasi kesabaran Anda, namun melindungi hak-hak Anda. Yang dapay kita renungkan bersama bahwa kesabaran yang masih ada batasnya adalah bukan kesabaran, dan keikhlasan yang masih disuarakan pada orang lain, belumlah keikhlasan. Ikhlas itu berbahagia atas kesulitan kita, seperti saat kita dimudahkan. Wassalamu’alaikum wr.wb.

 

()

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com