05 April 2013 | 21:33 wib | Konsultasi tulisan tangan

Mengapa Tergantung Suasana Hati?

image

Mas Aulia, tolong dianalisa ya karakter saya. Sengaja saya tuliskan ungkapan hati, untuk menunjukkan situasi saya yang sedang galau, hehe...

Tolong yang baik-baik saja ya, Mas. Jika yang amat pribadi, lewat e-mail saja. Terimakasih banget.

 

Aztri - Solo

 

Aztri yang baik, pada dasarnya karakter setiap orang itu baik, kok. Jika pun terkesan ‘’jahat’’, itu lebih karena ‘’penyikapan’’ atas sebuah situasi yang tak bisa ditangani dengan cara biasa. Katakanlah semacam kekhilafan di dalam si­tuasi yang mendesak. Nah, menyadari bahwa pada dasarnya karakter kita itu baik, akan lahir kesadaran bahwa manusia itu berubah, bisa berubah. Asal ada niat, dan diberikan kepercayaan, peluang atau kesempatan.

Dari tulisan tangan Aztri, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Masih wajar. Pertanyaannya, mengapa menulis mencontoh bentuk puisi? Nah, dari sini terlihat dengan jelas, pilihan itu adalah ‘’kerja otak’’ yang tak disadar, sekaligus menunjukkan cara pikiran mengungkapkan diri, untuk dapat dibaca, kukenali. :p

Jadi, dari margin, terlihat ya, Aztri masih berada dalam tahap ‘’mencari’’. Karena itu, akan terkesan Anda sosok yang moody. Meski kadang berusaha ditahan, dan tak terpengaruh, tapi tampaknya, suasana hati masih menjadi faktor penting, memengaruhi kerja, pikiran, dan segala hal. Suasana hati yang memegang peranan itu juga yang membuat baseline tulisan jadi tidak stabil. Ada yang menurun, ada juga yang menaik, dan ada yang lurus. Jadi, tampak benar bahwa suasana juga mempengaruhi kerja/karier Anda saat ini. 

Selain itu, Aztri juga tengah berusaha ‘’membangun’’ kepercayaan diri yang tinggi. Semacam pola untuk menunjukkan bahwa ‘’aku bisa, aku mampu’’. Ini sesuatu yang baik, jika pembangunan diri ini bukan ditujukan sebagai ‘’pertunjukkan’’ untuk orang lain, melainkan memang kebutuhan diri. Artinya, pembuktian kebisaan dan kemampuan itu memang untuk Aztri, kebutuhan, bukan sebagai ‘’balas dendam’’ atas situasi atau kepada seseorang. Karena, hasil akhirnya akan sangat berbeda. Mengerti ya?

Hal lainnya, Aztri harus belajar untuk tidak berusaha menyenangkan semua orang. Itu akan sangat melelahkan. Kasihan dirimu. Menyenangkan orang itu baik, tapi menyenangkan semua orang, itu tidak akan mungkin. Akan selalu ada orang yang tidak senang dengan kita, dan itu hal biasa. Berusaha menyenangkan tiap orang, akan membuat Aztri nanti tak melakukan apa pun untuk kesenangan diri sendiri. Ini akan sangat menyesakkan, apalagi jika kelak, yang didapat adalah kekecewaan. Jadi, beranilah untuk mengatakan ‘’Tidak.’’ Beranilah untuk menolak, jika memang engkau tak mampu atau tak nyaman untuk melakukannya. Berusaha menyenangkan banyak orang akan membuat, di satu sisi, Anda dinilai sebagai sosok yang cari muka. Apalagi untuk iklim kerja yang kompetitif.  Nah, bayangkan, maksud baik pun, bisa disalahpahami, kan?

Masalah lain, ayo berusaha fokus pada satu hal. Ketidakfokusan adalah ‘’masalah’’ Anda saat ini. Akibatnya, Anda terkesan jadi menunda/tidak mampu menentukan skala prioritas. Banyak pekerjaan yang dikerjakan dalam satu waktu, dan begitu jatuh waktu, dikerjakan terburu-buru. Hasil yang ingin sempurna, justru jadi tidak sempurna. Jadi, fokus, dan satu persatu. Itu akan sangat membantu Anda, ya?

Saran saya, dan alangkah baiknya jika ini dilakukan, janganlah gunakan huruf (R) besar di tengah kata, atau tidak pada tempatnya. Pakailah huruf kecil. Juga usahakan untuk menulis dengan margin kiri yang teratur, garis tulisan yang agak menaik, dan spasi yang cukup renggang dengan jarak yang sama. Juga, usahakan tulisan rata kiri dan kanan, jangan maju mundur, juga jarak antarbaris jangan terlalu jauh. Itu akan membuat Anda lebih fokus, tidak lagi moody, dan akan lebih cepat melihat dan merebut kesempatan. Saya yakin, karier yang baik ada di depan Anda, tujulah dengan keyakinan. Salam.

()

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com