05 April 2013 | 21:43 wib | Konsultasi Pawukon

Badai Derita Pasutri Lebu Katiup Angin

image

 

Yth Ki Panji Koeswening. 

Saya ibu rumah tangga, kini telah dikaruniai tiga anak. Weton saya Minggu Kliwon, menikah dengan pria kelahiran Minggu Pahing. Kenapa pertambahan usia pernikahan makin banyak kesulitan dan beban derita kehidupan keluarga kami? Benarkah perempuan Minggu Kliwon tak berjodoh dengan pria berweton Minggu Kliwon? 

 

Ambarwati 

 

Nyimas Ambarwati, petung perkawinan kalian berjumlah 27, dilambangkan Lebu Katiup Angin dan Rakam Matri Sinaroja. Petung neptu hari pasaran sampean yang berweton Minggu Pahing 14, Lebu Katiup Angin. Pancasuda 14, Lebu Katiup Angin. Paarasan juga 14, dilambangkan Lakuning Rembulan. Rakam 6, Nuju Pati dan lambang kehidupan Matahari-Macan.

Petung suami sampean yang lahir Minggu Kliwon, petung neptu wukunya 13, Lebu Katiup Angin. Petung Panca Sudanya 13, juga Lebu Katiup Angin. Paarasan 13 Lakuning Rembulan, Rakam 4 Menteri Sanaroja dan lambang kehidupannya Matahari-Kera. 

Berdasar petung, perkawinan kalian bernaung di bawah aura spiritual negatif Lebu Katiup Angin. Itulah yang menjadi salah satu penyebab sering muncul prahara rumah tangga. Hidup kalian senantiasa diwarnai kabut dan badai datang silih berganti. Coba, goda, derita, dan rintangan selalu datang, walau tidak pernah kalian undang.

Untuk mencegah, mulailah semenjak dini membangun cinta kasih kepada suami terkasih. Caranya, tumbuhsuburkan rasa saling menghargai, saling menghormati, saling mencintai, dan saling menjujung tinggi hak dan kewajiban msing-masing. Hindari ketegangan, tumbuhkan kemesraan, kondisikan bagai bulan madu setiap waktu.

Langkah berikutnya, dalam menghadapi pengaruh Lebu Katiup Angin, Nyimas Ambarwati dan suami tercinta  gemi-nastiti ngati-ati. Hargai rupiah lembar demi lembar. Jangan berpola hidup boros lagi. Hargai juga tenaga sampean, setiap langkah harus ada hitungannya. Jangan lagi cucuran keringat sampean dibayar dengan matur nuwun saja. 

Manfaatkan popularitas dan kedekatan kalian pada teman-teman untuk menangguk keuntungan. Jadi problem finansial yang berisiko membelit ekonomi keluarga kalian, insya Allah segera dapat tertanggulangi. Selebihnya tingkatkan juga komunikasi ke atas, kepada Allah, selalu dalam lindungan dan bimbingan-Nya. Harapan yang didambakan setiap manusia adalah hidup berlimpah harta benda, damai, bahagia, dan jauh dari goda. Namun jika masih menemukan masalah lebih pelik lagi, segeralah melakukan ritual bangun nikah dan bersedekah kepada 99 anak yatim-piatu. 

Semoga kehidupan rumah tangga kalian segera terbebas dari sengkala dan sukerta, nirmala nirmaya nirsambikala. Amin.

 

()

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com