07 April 2013 | 20:40 wib | Konsultasi Psikologi

Cinta Beberapa Orang

image

Saya ibu dua orang anak. Suami pengertian dan sayang. Namun akhir-akhir ini dendam membakar hatiku lagi. Dendam itu tersimpan sudah lama, hampir 25 tahun. Aku tetap memilih keluarga daripada mereka. Selingkuh, tidak! Karena kami tak pernah bertemu dan jangan pernah! Kami cuma intens berkomunikasi, tetapi mereka terkapar karena ucapanku! Ada yang nekat melamar. Mereka lebih muda. Tak ada niat meninggalkan keluarga atau mereka! Kapan dendam ini harus berakhir?

 

+62823274xxxxx

 

Ibu yang sedang mendendam. Sebelumnya saya minta maaf jika nanti tidak menjawab secara optimal karena keterbatasan informasi dari Ibu. Saya kurang paham dengan dendam yang Ibu maksud dan apa penyebabnya. Namun jika saya boleh mencoba memahami pernyataan Ibu, sepertinya ada pihak ketiga dalam rumah tangga Ibu yang sebenarnya cerita lama tetapi sulit Ibu lupakan.

Baiklah, jika pernyataan awal Ibu adalah sudah memiliki keluarga dan suami pengertian, lalu apalagi yang kita cari sebagai istri atau ibu? Sungguh anugerah luar biasa yang patut dipelihara. Betapa harmonis keluarga dan interaksi Ibu dengan sang suami. Namun jadi lain manakala pernyataan itu hanya "pelipur lara". Dalam arti, Ibu bicara begitu tetapi sebenarnya masih ada yang mengganjal di dalam hati. Itu juga berkait dengan "kebiasaan" Ibu menjalin komunikasi dengan beberapa pria lain di luar pernikahan Ibu, yang sampai gede rasa menganggap sebagai jalinan kasih bersama Ibu. Kenapa saya sampaikan "kebiasaan", karena itu tampaknya tak hanya pada seseorang dan tidak hanya sekali dalam hidup Ibu.

Mengapa Anda masih menjalin komunikasi yang menjurus hal negatif  jika memang Anda dan suami baik-baik saja? Mengapa komunikasi itu menjadi hal yang "menguasai" pikiran Ibu hingga saat ini? Padahal itu sudah berlangsung cukup lama? Itulah yang mungkin perlu sama-sama kita cari penyebabnya. Dan saya rasa, Ibulah yang paling tahu penyebabnya.

Tidak semua bentuk perselingkuhan mengandung unsur pertemuan atau bahkan unsur seksualitas. Perselingkuhan melalui media komunikasi seperti telepon genggam dan internet saat ini juga merebak. Sebuah hasil studi dari General Social Survey yang didukung National Science Foundation (NSF) di Amerika Serikat yang melakukan survei sejak tahun 1972 hingga 2010 mengungkapkan, alasan wanita berselingkuh adalah sama, yaitu pengakuan terhadap kecantikan, terhubung secara emosional, mencari penghargaan, memenuhi ego, dan keasyikan sebuah hubungan baru, yang tak serumit hubungan yang telah berjalan lama.

Nah, Ibu cobalah kembali merenungkan apa yang telah terjadi saat itu dan kini. Cobalah memahami penyebab Anda menjadi begitu terobsesi dengan hubungan dengan pria-pria lain selain suami Anda, hingga menimbulkan dendam pribadi. Jika Anda merasakan perlu pemahaman lebih dari suami, lebih baik membuka dan memperbaiki kembali komunikasi dengannya saat ini ketimbang mengingat-ingat relasi yang tidak pada tempatnya. Perbanyaklah aktivitas dan kesibukan positif di keluarga. Pada dasarnya jika kita ingin dipahami orang lain, ada dua cara jitu. Pertama, berusahalah dipahami dengan proaktif membuka diri kepada pasangan. Kedua, berusahalah memahami dan menerima pasangan kita apa adanya.

()

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com