12 April 2013 | 10:02 wib | Konsultasi Psikologi

Perhatian Seorang Sahabat

 

Perhatian Seorang Sahabat

Saya Nuri di Semarang. Mbak Kartika, saya punya sahabat. Namun kini dia sudah tak mau menganggap aku sebagai sahabat. Namun anehnya, waktu aku sakit, dia masih menjenguk dan menyuapi. Padahal, dia bilang benci pada saya. Tindakan dia itu cuma kasihan lantaran aku sakit atau apakah dia masih sayang pada saya? Terima kasih.

+62896692xxxxx

 

Dear Nuri. Apa yang Nuri alami merupakan situasi yang sering terjadi dalam pergaulan. Aneh tapi nyata. Tapi begitulah hidup. Berelasi dengan seseorang tak dapat kita ibaratkan warna hitam dan putih saja. Berelasi dan berinteraksi dengan orang lain bisa menjadi sangat kompleks dan membingungkan manakala permasalahan yang muncul menyentuh emosi kita.

Bisa saja yang terjadi pada sahabatmu adalah luapan emosi sesaat manakala tak sependapat denganmu atau sebel pada Nuri, lalu bilang tak bersahabat lagi. Namun ketika mendengar Nuri sakit, muncul rasa menyesal tetapi malu menyampaikan. Rasa iba dan sayang bisa saja jadi landasan perilakunya kepadamu saat sakit.

Nuri yang baik, yang terpenting kini bukanlah dia masih mau bersahabat atau tidak denganmu. Yang terpenting, Nuri harus tetap berbuat baik pada sesama, tanpa melihat itu sahabat atau bukan. Karena sahabat bisa saja tidak langgeng, tetapi kebaikan hatimu yang tulus dapat menumbuhkan banyak sahabat dalam hidupmu. Nuri juga tak perlu risau kehilangan sahabat, asal bisa menjadi diri sendiri, selalu berniat berbuat kebaikan dan bertanggung jawab atas perbuatanmu sendiri. Yakinlah dalam hidup Nuri tidak akan pernah kesepian. Nah, cobalah berhenti penasaran atas status persahabatan kalian? Seiring dengan waktu, keadaan tenang, jika memang teman yang baik dia tidak akan menjauhimu.

 

 

 

 

 

()

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com