12 April 2013 | 10:16 wib | Konsultasi Pawukon

Pawukon - Seru Seteru Pasutri Nuju Padu

 

 

Yth Ki Panji Koeswening. Tolong hitung pawukon dan prediksi secara spiritual baik nasib, keberuntungan, dan masa depan keluarga kami. Saya lahir 10 Oktober 1978, suami lahir 6 April 1972. Kami sama-sama berasal dari Kalimantan Barat dan kini tinggal di Sambungmacan, Sragen. Karena itulah, tolong sekalian carikan hari pasaran kelahiran kami.

 

Ida - Sambungmacan, Sragen

 

Kalau tanggal, bulan, dan tahun kelahiran yang sampean kirim ke rubrik konsultasi ini benar, weton sampean Selasa Pon dan suami neptu hari pasaran Minggu Kliwon. Petung neptu wukunya Selasa Pon 10, Satria Wibawa. Panca Suda juga 10, Satria Wibawa. Paarasan 10, Aras Pepet dan rakam 9, Sanggar Waringin lambang kehidupannya Api-Kambing.

Suami sampean yang berweton Minggu Kliwon, petung neptu wukunya 13, Bumi Kapetak. Panca Suda 13, Bumi Kapetak. Paarasan 13, Lakuning Lintang. Rakam 4, Mantri Sinaroja dan lambang kehidupannya Matahari-Kera.

Petung perkawinan kalian berjumlah 23, candra Satria Wibawa, rakam perkawinan kalian 13 dilambangkan Nuju Padu.

Sebenarnya tak perlu ada yang sampean kawatirkan. Ke depan hidup keluarga bakal kadunungan bandha donya drajat pangkat semat kawibawan lan kamulyan. Rezeki mengalir tak kunjung henti, tidak juga kenal tempat, hingga seakan lupa waktu. Kucuran materi dan harta selalu mengalir di luar perhitungan.

Rasanya semua impian bakal jadi kenyataan. Namun hidup tak pernah merasa tenang dan nyaman. Hidup selalu dibayangi ketegangan, salah paham, saling curiga yang berujung pertengkaran dan perseteruan dalam berumah tangga. Jika itu berlarut-larut, tak kunjung henti, tak tertutup kemungkinan sukses materi justru jadi penghantar kehancuran kehidupan keluarga.

Karena itulah sikap saling menghormati, saling menghargai, dan saling menjunjung tinggi harus jadi bumbu hidup berkeluarga. Indah hidup wong omah-omah bagai gambaran itu butuh pengorbanan dan kerja keras lahir-batin. Sebagai wanita, sebaiknya sampean memenuhi panggilan kodrat: wanita wani ditata wanita ngabekti mring salaki rabimu.

Selalu tampil cantik penuh senyum, canda tawa dan grapyak pada siapa saja merupakan modal peredam kedamaian hidup keluarga. Hindari nada sumbang penuh prasangka dan curiga. Lebih beik belajar memuji, menyanjung, dan menjunjung orang lain, tak lupa garwa sendiri. Jika itu sampean hayati dan jalankan sebagai gaya hidup, swarga donya bakal sampean dapatkan.

Tak tertutup kemungkinan juga rezeki dan keberuntungan mengalir lebih deras dari perhitungan akal nalar. Dan, yang utama terhindar masuknya pihak ketiga yang bakal menghancurkan semua. Untuk melengkapi usaha batiniah, yang penting sampean harus memahami karakter suami yang sesunguhnya.

Ingat, suami sampean pendiam, perasa, mudah tersinggung, gampang terpancing, dan dendam dalam diam. Jadi kalau punya masalah, selalu dipendam dan ditelan sendiri. Dia selalu inginkan tak usah sampean sentil, mengerti karepe suami. Dia juga antikritik, namun selalu mengembalikan apa yang diterimanya.

Jika sampean marah pada dia, dia bisa lebih marah pada sampean. Namun jika sampean baik pada dia, dia akan balas kebaikan itu berlipat ganda. Karakter suami sampean seperti cermin; memantulkan kembali apa yang diterima. Lebih baik tampilkan yang baik-baik saja daripada berujung pada keributan, pertengkaran, dan kisruh rumah tangga yang berakibat fatal.

 

(Ki Panji Koeswening)

© 2013 Tabloid Cempaka
Jl. Merak 11 Semarang Jawa Tengah. Telp. 3548118. Fax. 3545770
Email: redaksi@tabloidcempaka.com, iklan@tabloidcempaka.com